BREAKING NEWS
Rabu, 10 Juni 2026

Harga Cabai Merah dan Bawang Merah Melonjak, Tembus di Atas HET di Beberapa Daerah Sumut

- Senin, 11 Agustus 2025 18:31 WIB
Harga Cabai Merah dan Bawang Merah Melonjak, Tembus di Atas HET di Beberapa Daerah Sumut
ilustrasi cabai merah dan bawang merah (foto: BItv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Harga bahan pangan strategis seperti cabai merah dan bawang merah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali melonjak tajam pada pekan ini, Senin (11/8/2025).

Bahkan, sejumlah daerah tercatat menetapkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

Berdasarkan data dari Harga Pangan Sumut, harga cabai merah tertinggi berada di Kabupaten Nias Barat yang menembus angka Rp 90 ribu per kilogram, jauh melampaui HET Sumut yang ditetapkan di angka Rp 55 ribu/kg.

Tak hanya itu, Nias Selatan juga mencatatkan kenaikan harga menjadi Rp 50 ribu/kg, naik dari minggu sebelumnya yang masih di angka Rp 45 ribu/kg.

Adapun harga cabai merah di beberapa wilayah lain tercatat sebagai berikut:

Kabupaten Toba: Rp 40 ribu/kg

Kabupaten Samosir: Rp 38 ribu/kg

Kota Medan: Rp 30.300/kg

Kabupaten Simalungun: Rp 30 ribu/kg

Kota Tanjung Balai (termurah): Rp 26 ribu/kg

Sementara itu, lonjakan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah. Rata-rata harga kini telah menyentuh Rp 60 ribu/kg, padahal HET hanya Rp 41.500/kg.

Harga tertinggi tercatat di Kota Sibolga yang menjual bawang merah seharga Rp 63 ribu/kg. Beberapa daerah lain yang mencatat harga tinggi antara lain:

Kabupaten Simalungun

Kabupaten Padang Lawas

Kabupaten Nias Barat

Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Kabupaten Karo

Kabupaten Asahan

(Semua di harga Rp 60 ribu/kg)

Sebagai perbandingan, harga bawang merah pada bulan Juni 2025 masih di kisaran Rp 35 ribu/kg, sehingga dalam dua bulan terakhir kenaikannya cukup signifikan.

Kenaikan harga ini berpotensi mendorong inflasi daerah jika tidak segera diantisipasi oleh pemerintah. Perlu langkah cepat dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan dinas terkait untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok strategis di lapangan.*

(d/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru