BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan, saat ini wilayah Indonesia dikepung oleh tiga siklon yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Ketiganya adalah Siklon Tropis Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S.
Faisal menjelaskan hal tersebut dalam Sidang Paripurna bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Senin (15/12).Baca Juga:
"Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama adalah Siklon Bakung," ujarnya.
Siklon Bakung, yang berkembang di barat daya Lampung, mengalami peningkatan intensitas dari kategori 1 menjadi kategori 2.
BMKG memprediksi siklon ini masih berpotensi mendekati wilayah Indonesia dalam dua hingga tiga hari ke depan, sehingga pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap curah hujan.
"Untuk perbandingan, Siklon Senyar yang sebelumnya menyebabkan cuaca ekstrem di Sumatera hanya tercatat kategori 1. Siklon Bakung ini naik menjadi kategori 2, sehingga harus diwaspadai," kata Faisal.
Selain Bakung, bibit siklon 93S terpantau di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, sementara bibit siklon 95S berada di selatan Papua.
Keberadaan ketiga sistem siklon ini berpotensi meningkatkan curah hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi dan memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.
"Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat dan gelombang tinggi. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, dan Basarnas agar masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada," tegas Faisal.
Indonesia tidak menghadapi siklon ini sendirian. BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center yang ditunjuk oleh World Meteorological Organization (WMO) aktif bertukar data dengan negara-negara seperti Australia, Jepang, dan India.
Pada 14 Desember lalu, Siklon Bakung sempat tercatat kategori 3 dengan kecepatan angin mencapai 65 knot, namun kemudian melemah ke kategori 2.
BMKG meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca ekstrem.
"Harapannya, Siklon Bakung terus melemah hingga kategori 1 sehingga dampak terhadap Indonesia bisa diminimalkan," pungkas Faisal.*
(vo/ad)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL