Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAKARTA — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyatakan tidak mempermasalahkan munculnya wacana Presiden Prabowo Subianto menjabat dua periode dan kembali maju pada Pemilihan Presiden 2029.
Sikap itu didasarkan pada tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo.
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan, dukungan sejumlah partai terhadap Prabowo merupakan hal wajar di tengah capaian tingkat kepuasan publik yang dinilai tinggi.Baca Juga:
Ia merujuk pada hasil survei yang menunjukkan angka kepuasan hampir 80 persen.
"Kalau dilihat dari approval rating hari ini, tingkat kepuasan hampir 80 persen. Artinya, apa yang dilakukan Pak Prabowo selama satu tahun lebih ini mendapatkan apresiasi dari publik," kata Saan di Kompleks DPR RI, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Saan, tingginya tingkat kepuasan tersebut menjadi salah satu alasan menguatnya wacana Prabowo dua periode. Ia menilai, dukungan politik yang mulai muncul tidak terlepas dari persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
"Dengan pertimbangan itu, wacana dua periode menjadi masuk akal," ujarnya.
Meski demikian, Saan tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah Nasdem secara kelembagaan akan mendukung Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029. Ia memilih tidak berkomentar dan meninggalkan lokasi.
Wacana Prabowo dua periode menguat seiring pernyataan terbuka sejumlah partai politik di lingkaran pemerintahan yang menyatakan kesiapan mendukung Prabowo kembali maju sebagai calon presiden.
Namun, sebagian besar partai belum secara tegas menyatakan dukungan terhadap pasangan calon wakil presiden.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelumnya juga menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju pada Pilpres 2029.
"Prabowo-Gibran dua periode," kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, akhir Januari lalu.
Sejumlah partai lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah menyampaikan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju.
Namun, partai-partai tersebut masih memisahkan pembahasan dukungan calon presiden dengan penentuan calon wakil presiden.
Partai Golkar juga menyatakan dukungan terhadap Prabowo, meski belum mengambil sikap terkait komposisi pasangan calon pada Pilpres 2029.
Hingga kini, dinamika dukungan politik masih terus berkembang seiring konsolidasi partai-partai menjelang kontestasi pemilu mendatang.*
(k/dh)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK