JAKARTA — Nama Samsung kembali menguasai perhatian publik Indonesia.
Dalam laporan Digital 2026: Indonesia yang dirilis DataReportal bersama Meltwater dan We Are Social pada 5 November 2025, Samsung tercatat sebagai merek paling sering diketik warganet Indonesia di Google, khususnya pada kategori Top Google Shopping Searches.
Laporan ini mengolah tren pencarian Google periode 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025.
Samsung memperoleh skor indeks 100, menjadikannya baseline atau patokan dalam kategori tersebut.
Angka itu bukan volume kueri mentah, melainkan perbandingan intensitas pencarian dengan kata kunci lain.
Di posisi berikutnya, iPhone menyusul dengan skor 52—setengah lebih rendah dibanding Samsung.
Peringkat selanjutnya didominasi merek-merek gawai seperti Oppo (40), Redmi (39), Vivo (32), dan Infinix (27).
Kehadiran nama seperti Shopee, Nike, hingga kata kunci nonproduk seperti "Translate" menunjukkan adanya kemungkinan anomali data, sebagaimana ditegaskan DataReportal melalui catatan kaki.
Masifnya pencarian merek gawai selaras dengan perilaku belanja digital masyarakat.
Tahun 2025, DataReportal mencatat 99 juta pengguna internet Indonesia berbelanja daring, dengan estimasi nilai belanja tahunan mencapai 42 juta dolar AS.
Lebih dari separuh pengguna internet (55,2 persen) mengaku melakukan transaksi online setiap pekan, termasuk pembelian grosir, barang bekas, hingga pemanfaatan layanan pay later yang menembus 37,6 persen.
Deretan data tersebut memperlihatkan bahwa minat terhadap perangkat mobile bukan hanya bergerak di ranah konsumsi, tetapi juga tercermin kuat pada perilaku pencarian digital masyarakat Indonesia.*