Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Aceh Besar Gelar Tarhib Ramadhan 1447 H
ACEH BESAR Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peka
NASIONAL
JAKARTA – Belakangan ini, perhatian publik mulai bergeser dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam konteks pengusutan kasus korupsi. Pertanyaan pun muncul, apakah KPK telah kehilangan tajinya?
Menurut survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada Juni 2023, angka kepercayaan publik terhadap KPK tercatat sebesar 75,6 persen. Meskipun bukan angka yang buruk, namun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terdapat penurunan signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya hingga 2019, kepercayaan publik terhadap KPK selalu tembus di atas 80 persen. Bahkan pada tahun 2021, tren kepercayaan publik terhadap KPK mencapai titik terendah di angka 65,1 persen.
Di sisi lain, lembaga penegak hukum lainnya seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung justru mencatat angka kepercayaan yang lebih tinggi. Menurut survei yang sama, kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 76,4 persen, sementara Kejaksaan Agung berada di angka 81,2 persen.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap KPK mengalami penurunan setelah revisi Undang-Undang KPK. Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik terhadap KPK belum pulih sejak melorot pada tahun 2020.
Penurunan kepercayaan publik terhadap KPK juga dipengaruhi oleh berbagai kontroversi yang terjadi di internal lembaga tersebut. Salah satunya adalah kasus dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan atau rutan KPK. Selain itu, pucuk pimpinan KPK sendiri seperti Firli Bahuri juga telah menjadi tersangka, menimbulkan keraguan terhadap integritas lembaga.
Meskipun demikian, KPK masih memiliki senjata ampuh dalam memerangi korupsi, yaitu operasi tangkap tangan (OTT). Namun, aturan baru yang diberlakukan melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 dinilai dapat menghambat kinerja KPK dalam melakukan OTT. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa KPK akan kehilangan efektivitasnya dalam memberantas korupsi.
Sebagai contoh, KPK pernah melakukan OTT terhadap salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga menerima suap terkait pertukaran anggota DPR RI. Namun, masih terdapat kendala-kendala dalam penanganan kasus tersebut, seperti kasus ‘hilangnya’ Harun Masiku yang belum tuntas.
Melihat kondisi ini, masyarakat menuntut agar KPK kembali memperkuat kinerjanya dan memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. Kehadiran KPK yang efektif dan independen masih menjadi harapan untuk memberantas korupsi di Indonesia.
(K/09)
ACEH BESAR Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peka
NASIONAL
MEDAN Era digital menghadirkan banyak peluang untuk menambah penghasilan, salah satunya melalui game penghasil uang. Salah satu aplikasi
EKONOMI
MEDAN Menyambut awal Ramadan 1447 Hijriah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait pot
PERISTIWA
OlehDr. Ir. Justiani, M.Sc.JUDUL ini terasa relevan untuk merefleksikan kegelisahan yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto terka
OPINI
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
TAPSEL Tanggul Sungai Batang Toru di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali jebol akibat
PERISTIWA
MEDAN Polisi menangkap dua pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten dan kota yang telah beraksi puluhan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam (SI) Sumatra Utara menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan semangat kolaboras
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian sosial sekaligus melestarikan tradisi lokal dengan membagikan ribuan paket daging m
NASIONAL
SOLO Kediaman Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, mendadak menjad
NASIONAL