BREAKING NEWS
Kamis, 09 April 2026

Menelusuri Sejarah Masuknya Islam di Indonesia: Antara Gujarat, Persia, Arab, dan Tiongkok

Adam - Kamis, 09 April 2026 08:55 WIB
Menelusuri Sejarah Masuknya Islam di Indonesia: Antara Gujarat, Persia, Arab, dan Tiongkok
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Namun, sejarah masuknya Islam ke Nusantara tidak berdiri pada satu versi tunggal.

Para sejarawan mencatat adanya sejumlah teori yang menjelaskan asal-usul kedatangan Islam, mulai dari Gujarat, Persia, Arab, hingga Tiongkok.

Baca Juga:

Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia disebut berlangsung relatif cepat.

Sejumlah literatur menyebut peran penting para pedagang Muslim dari berbagai wilayah seperti Gujarat (India), Persia (Iran), dan Jazirah Arab dalam proses tersebut.

Hubungan dagang yang intens dengan masyarakat lokal menjadi pintu awal penyebaran agama Islam di kawasan ini.

Perbedaan pandangan di kalangan sejarawan kemudian melahirkan beberapa teori utama mengenai asal-usul Islam di Nusantara.

Teori pertama adalah teori Gujarat, yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel.

Teori ini menyebut Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui wilayah Gujarat di India.

Bukti yang sering dikemukakan adalah batu nisan Sultan Samudera Pasai, Malik as-Saleh, yang memiliki corak khas Gujarat.

Selain itu, ajaran Islam bercorak tasawuf yang berkembang di Indonesia dinilai memiliki kemiripan dengan praktik keagamaan di India Selatan.

Teori kedua adalah teori Persia, yang dipopulerkan oleh Hoesein Djajadiningrat. Menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-12 melalui para pedagang Persia.

Argumen yang mendukung antara lain kesamaan tradisi seperti peringatan 10 Muharram atau Asyura yang di Indonesia dikenal melalui tradisi Tabuik di Sumatera Barat.

Kemiripan budaya lain juga terlihat pada penggunaan tulisan Arab-Pegon di Jawa yang dinilai memiliki pengaruh Persia.


Sementara itu, teori Arab atau Makkah menyatakan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi, langsung dari Jazirah Arab, yakni Makkah dan Madinah. Teori ini didukung oleh catatan Tiongkok yang menyebut keberadaan komunitas Muslim di wilayah Barus, Sumatera, sekitar tahun 625 M.

Bukti arkeologis juga ditemukan di kawasan pemakaman kuno Mahligai di Barus, yang menunjukkan jejak awal kehadiran Muslim di wilayah tersebut.

Sejumlah sejarawan menilai, jalur pelayaran dan perdagangan internasional memungkinkan interaksi langsung antara pedagang Arab dan masyarakat Nusantara sejak awal Islam berkembang.

Selain tiga teori utama, muncul pula teori Tiongkok yang menyebut Islam dibawa oleh perantau Muslim dari Tiongkok.

Teori ini didasarkan pada fakta historis keberadaan komunitas Tionghoa Muslim di Nusantara sejak awal abad Hijriah.

Terlepas dari perdebatan asal-usulnya, para ahli sepakat bahwa penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara damai dan adaptif.

Jalur perdagangan menjadi medium utama, diikuti oleh perkawinan antara pedagang Muslim dan penduduk lokal.

Selain itu, pendidikan melalui pesantren, pendekatan tasawuf yang akomodatif terhadap budaya lokal, serta pemanfaatan seni dan tradisi turut mempercepat penerimaan Islam di tengah masyarakat.

Masjid-masjid kuno di berbagai daerah seperti Demak, Banten, hingga Aceh menjadi bukti akulturasi budaya dalam proses penyebaran Islam.

Dengan latar belakang tersebut, sejarah Islam di Indonesia mencerminkan proses panjang interaksi lintas budaya.

Perbedaan teori yang ada tidak saling menegasikan, melainkan memperkaya pemahaman tentang bagaimana Islam tumbuh dan berakar di Nusantara.*


(d/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengapa Medan Identik dengan “Horas” Meski Berakar dari Kesultanan Deli? Ini Sejarahnya!
Di Balik Gencatan: Implikasinya Bagi Indonesia
Dukung Indonesia Emas 2045: Pemprov Sumut Perkuat Pembangunan Keluarga dan KB Lewat Program GENTING, TAMASYA, GATI, dan SIDAYA
TP PKK Sumut Lakukan Supervisi Desa dan Kelurahan, Perkuat Implementasi 10 Program Pokok Wujudkan Indonesia Emas 2045
Selat Hormuz Dibuka, AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Sementara
Ujian Praktik Berubah Petaka, Pelajar di Siak Tewas di Tempat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru