Menggugat Kebenaran Agama ‘Refleksi Antropologi Sistem’
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi.AGAMA dan Budaya selalu aktual sepanjang jaman, karena citra agama untuk menyelamatkan umat manusia,
OPINI
JAKARTA -Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah tokoh politik ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, untuk membahas susunan kabinet pemerintahan yang akan datang. Di antara yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.
Kedua tokoh tersebut tiba di lokasi pada pukul 15.55 WIB dengan mengenakan setelan batik yang kompak, mencerminkan nuansa formal dan kehormatan dalam pertemuan tersebut. Meskipun tidak memberikan keterangan kepada wartawan, keduanya terlihat melambaikan tangan saat memasuki kediaman Prabowo.
Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menduduki posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi. Di sisi lain, posisi Yusril Ihza Mahendra dalam kabinet belum diketahui, menambah spekulasi mengenai peran penting yang mungkin akan diembannya.
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup, dan tidak ada informasi detail yang diungkap mengenai pembicaraan di dalam. Prabowo Subianto, yang memimpin pertemuan tersebut, diyakini sedang melakukan finalisasi terhadap susunan kabinet yang akan membantu dalam kepemimpinannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, sejumlah nama yang juga hadir dalam pertemuan ini termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Tito Karnavian, Gus Ipul, Gus Nusron, Fadli Zon, dan Zulkifli Hasan. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan dan komitmen politik yang kuat untuk menyukseskan pemerintahan yang baru.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut bahwa pertemuan ini merupakan langkah penting dalam proses finalisasi kabinet. “Rencananya seperti itu, akan diundang para calon menteri yang kemarin sudah menandatangani kesediaan membantu, tapi finalisasinya adalah hari ini,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Kedatangan tokoh-tokoh politik ini menandakan langkah strategis Prabowo dalam merangkul berbagai pihak untuk membangun pemerintahan yang solid dan efektif. Dengan latar belakang politik yang beragam, diharapkan kabinet yang akan dibentuk dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Pertemuan ini diharapkan dapat memuluskan langkah-langkah awal pemerintahan baru Prabowo-Gibran dalam mewujudkan janji-janji politik yang telah disampaikan selama kampanye. Sementara itu, publik menunggu informasi lebih lanjut mengenai struktur kabinet dan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan yang baru ini.
(N/014)
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi.AGAMA dan Budaya selalu aktual sepanjang jaman, karena citra agama untuk menyelamatkan umat manusia,
OPINI
YOGYAKARTA Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya kewirausahaan dan integritas bagi generasi muda dalam menghadap
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, merespons usulan Wakil Presiden RI Gibran Rakabu
NASIONAL
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar digital forensik Rismon Sianipar angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan Wakil Presiden ke10 dan 12 RI Jusuf Kalla k
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal MV Gol
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan langsung ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi seri pembuka Kejuaraan Nasi
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya Indonesia dan tidak merasa rendah diri terhada
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa progres uji coba program biodiesel 50 persen (
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai digitalisasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat menjadi s
NASIONAL