34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
JAKARTA — Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menegaskan bahwa Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) tidak pernah menyewa 1.000 unit mobil untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Klarifikasi ini disampaikan Heru Budi sebagai respons terhadap kabar yang berkembang mengenai biaya sewa mobil mewah yang dianggap fantastis.
Di sela-sela kunjungan kerjanya di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Heru Budi Hartono menegaskan, “Kementerian Sekretariat Negara tidak pernah menyewa 1.000 unit mobil di IKN. Saya tidak tahu informasi dari mana itu berasal, yang jelas kami tidak pernah ada kontrak sewa 1.000 unit mobil, tidak ada.”
Heru Budi menjelaskan bahwa untuk transportasi tamu undangan upacara HUT RI, pihaknya telah menyiapkan bus sebagai alternatif. “Para undangan kita siapkan bus dari IKN, dari gubernur, Pangdam, Kapolda. Kita siapkan semuanya menggunakan bus. Tidak diperkenankan untuk membawa mobil sendiri-sendiri. Semua sudah tersosialisasikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heru Budi mengungkapkan bahwa rombongan Istana yang akan hadir pada acara tersebut hanya memerlukan sekitar 30 mobil. “Ya kalau rangkaian Presiden kan sedikit ya, paling 30 ya,” ungkapnya.
Sebelumnya, tersebar kabar mengenai biaya sewa mobil Alphard yang mencapai Rp 25 juta per hari untuk transportasi selama upacara HUT RI. Namun, Sekretaris Utama Kemensetneg Setya Utama menegaskan bahwa tidak ada sewa ribuan unit mobil Alphard senilai Rp 25 juta per hari.
“Setneg tidak menyewa mobil, termasuk Alphard sejumlah 1.000 unit, karena kami akan menyediakan angkutan bus untuk undangan yang akan menghadiri upacara HUT RI di IKN,” kata Setya kepada wartawan. Dia juga menambahkan bahwa jumlah bus yang disewa tidak sampai seribu unit dan diurus oleh asosiasi penyedia kendaraan Kalimantan Timur. “Jumlah busnya juga tidak sebanyak itu. Tolong konfirmasi ke asosiasi penyedia kendaraan Kaltim terkait angka itu,” ujar Setya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghilangkan kebingungan dan menepis spekulasi yang beredar di publik. Kementerian Sekretariat Negara berkomitmen untuk transparan dalam setiap aspek pengadaan dan penyelenggaraan acara resmi pemerintah.
Dengan penjelasan yang jelas dari pihak berwenang, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. Pemerintah terus berupaya untuk memastikan penyelenggaraan acara besar seperti HUT RI berjalan dengan baik dan efisien, sesuai dengan prosedur yang berlaku.
(K/09)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL