BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp1,96 Juta per Gram Seiring Tren Dunia

Adelia Syafitri - Jumat, 29 Agustus 2025 09:22 WIB
Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp1,96 Juta per Gram Seiring Tren Dunia
Ilustrasi. (foto: Logam Mulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN (BITV)– Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali menunjukkan penguatan pada Jumat (29/8/2025).

Harga emas Antam dipatok sebesar Rp 1.964.000 per gram, naik sebesar Rp 20.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) yang ditawarkan Antam tercatat di posisi Rp 1.790.000 per gram, mengalami kenaikan Rp 4.000 dari penutupan pada 28 Agustus 2025.

Baca Juga:

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam per 29 Agustus 2025:

0.5 gram : Rp1.032.000

Baca Juga:

1 gram : Rp1.964.000

2 gram : Rp3.868.000

3 gram : Rp5.777.000

5 gram : Rp9.595.000

10 gram : Rp19.135.000

25 gram : Rp47.712.000

50 gram : Rp95.345.000

100 gram : Rp190.612.000

250 gram : Rp476.265.000

500 gram : Rp952.320.000

1000 gram : Rp1.904.600.000

Penguatan harga emas Antam sejalan dengan tren kenaikan harga emas di pasar dunia.

Pada perdagangan kemarin, harga emas di pasar spot dunia ditutup di level US$ 3.416,3 per troy ons, naik 0,54 persen dari hari sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak 22 Juli 2025.

Kenaikan harga emas dunia selama tiga hari berturut-turut ini mencatatkan penguatan sekitar 1,5 persen, dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan pertumbuhan positif.

Badan Analisis Ekonomi AS (US Bureau of Economic Analysis) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 3,3 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pembacaan awal sebesar 3 persen.

Data tersebut menunjukkan daya beli masyarakat AS masih kuat, yang dapat mendorong akselerasi inflasi ke depan.

Malam ini waktu Indonesia, data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menjadi indikator utama bank sentral Federal Reserve dalam mengukur inflasi akan diumumkan.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi PCE Juli mencapai 2,9 persen secara tahunan, menjadi angka tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Meski demikian, pasar telah mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada rapat kebijakan bulan depan.

"Angka inflasi yang sesuai ekspektasi atau lebih rendah akan semakin memperkuat keyakinan investor terkait penurunan suku bunga," ujar Bret Kenwell dari eToro, seperti dikutip Bloomberg News.

Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management menambahkan, "Ekonomi bergerak dengan kecepatan penuh yang bisa meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, namun penurunan suku bunga sudah diperkirakan sehingga inflasi tetap harus dijaga."

Emas merupakan aset non-yielding yang cenderung diminati saat suku bunga turun, karena menekan biaya kesempatan berinvestasi.*

(bb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Tertekan Jelang Siang, Melemah 2% Akibat Aksi Jual Saham Big Caps
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.347,5 di Akhir Pekan, Terdorong Sentimen Global dan Ekspektasi The Fed
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Sentuh Rp1,94 Juta per Gram
Pasar Saham Bangkit Tipis, IHSG Naik 0,22% di Awal Perdagangan
Rupiah Melemah ke Rp16.327 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia Hari Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru