BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

Tegas! Pemprov Sumut Minta OPD Gerak Cepat Atasi Kenaikan Harga Pangan

Abyadi Siregar - Senin, 13 Oktober 2025 15:54 WIB
Tegas! Pemprov Sumut Minta OPD Gerak Cepat Atasi Kenaikan Harga Pangan
Sekda prov. Sumut Togap Simangunsong mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025 melalui aplikasi zoom meeting di Ruang Smart Province Lt. 6 Kantor Gubsu Jl. Diponegoro Kota Medan, Senin (13/10). (Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan dan kecukupan pasokan pangan jelang akhir tahun 2025.

Langkah ini diambil menyusul kenaikan harga beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang tertinggi inflasi, seperti telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (13/10/2025), dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

Baca Juga:

"Pada Minggu kedua di bulan Oktober, tadi disebutkan oleh Bapak Mendagri, komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah. Dinas terkait harus cepat merespons persoalan ini," tegas Togap.

Togap mendorong pelaksanaan gerakan tanam serentak sebagai bagian dari strategi menstabilkan pasokan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Gerakan ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan komoditas di tengah tekanan harga.

"Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Sumut saya dengar sudah pernah melaksanakan program seperti ini," ujarnya.

Terkait kenaikan harga telur dan daging ayam ras, Togap juga menyinggung adanya keterkaitan dengan pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Untuk itu, ia meminta pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan dan kapasitas produksi dua komoditas tersebut.

"Nantinya akan ada sekitar 1.700-an Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut. Saat ini baru terealisasi sekitar 350. Setelah rapat ini, saya akan koordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional Regional Sumut," katanya.

Meski beberapa komoditas menunjukkan kenaikan harga, data dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut mencatat bahwa provinsi ini masih dalam posisi surplus pangan.

Produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 2.262.573 ton, sementara kebutuhan hanya 1.720.656 ton — surplus 541.916 ton.

Komoditas jagung juga surplus 23.294 ton, dengan produksi 1.514.749 ton dan kebutuhan 1.491.455 ton.

Untuk kedelai, produksi mencapai 1.336,2 ton dengan kebutuhan hanya 239,2 ton, menghasilkan surplus 1.097 ton.

Dari sisi harga, cabai merah masih berada di angka tinggi, yakni Rp81.900/kg, namun harga beras medium dan beras premium menunjukkan tren penurunan menjadi masing-masing Rp14.022/kg dan Rp15.253/kg.

Dalam rapat, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk melek data dan cepat merespons pergerakan harga bahan pokok.

Ia mencatat kenaikan harga telur ayam ras terjadi di 192 daerah, daging ayam ras di 189 daerah, dan cabai merah di 249 daerah.

"Kita perlu pastikan penyebabnya, apakah dari harga DOC (Day Old Chick) atau pakan ternak. BPS menyebut tidak ada masalah dengan pakan, tapi laporan staf kepresidenan menyebut harga jagung naik di tingkat peternak," ungkap Tito.

Mendagri meminta langkah cepat, termasuk melalui penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog.

Di luar isu inflasi, Mendagri juga mendorong pemda mempercepat realisasi kemudahan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia menekankan bahwa proses pengurusan izin tersebut tidak boleh dipungut biaya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan BPS Sumut, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, serta instansi terkait lainnya.

Pemprov Sumut berkomitmen untuk terus bersinergi lintas sektor dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Antam Catat Kenaikan Harga Emas, Galeri24 Stabil di Level Rp2,3 Juta per Gram
Resmi Diberhentikan Prabowo, Arief Prasetyo Adi Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Presiden
BRI Masuk Top 50 Emiten BigCap, Raih Penghargaan Good Corporate Governance 2025
Harga Perak Menguat di Tengah Permintaan Industri dan Defisit Pasokan
KADIN Sumut Optimistis Bobby Nasution Mampu Tekan Inflasi
Tahun Depan, OJK dan BEI Akan “Goreng Balik” Penggoreng Saham
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru