34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat tipis pada pembukaan perdagangan Kamis pagi (30/10/2025).
Meski dolar AS tengah mendapat sentimen positif dari kebijakan The Federal Reserve (The Fed), mata uang Garuda masih mampu mencatatkan pergerakan di zona hijau.
Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.610 per USD, menguat tujuh poin atau 0,04 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.617 per USD.Baca Juga:
Namun, data dari Yahoo Finance menunjukkan perbedaan tipis, di mana rupiah berada di posisi Rp16.626 per USD, atau sedikit melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp16.615 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat di kisaran Rp16.570–Rp16.620 per USD.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan pada Kamis (30/10/2025).
"Selain pertemuan Trump dengan Xi, kebijakan The Fed juga menjadi sorotan utama pasar. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, yang berpotensi menekan dolar AS," jelas Ibrahim.
Ia menambahkan, investor akan mencermati arah kebijakan moneter yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell. Jika Powell memberi sinyal bahwa pemotongan suku bunga berikutnya akan ditunda, dolar AS berpotensi kembali menguat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan niat untuk memangkas tarif 20 persen atas impor bahan kimia prekursor fentanil dari Tiongkok menjelang pertemuannya dengan Xi Jinping.
"Setelah kunjungan ke Tokyo, Trump tiba di Korea Selatan pada Rabu untuk menghadiri pertemuan puncak di Gyeongju bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung," kata Ibrahim.
Dari dalam negeri, lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia (Sovereign Credit Rating) di level BBB+ dengan outlook stabil pada 24 Oktober 2025.
Keputusan tersebut, menurut Ibrahim, akan menjadi sentimen positif bagi pasar dan menambah kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
"Peringkat kredit yang tetap stabil menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga, sehingga berpotensi menopang penguatan rupiah di jangka pendek," ujarnya.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.570–Rp16.620 per USD hingga penutupan perdagangan hari ini.*
(mt/M/006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL