Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Aceh Besar Gelar Tarhib Ramadhan 1447 H
ACEH BESAR Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peka
NASIONAL
JAKARTA, – PT Pertamina memperkirakan Indonesia berpotensi menghemat sekitar Rp 100 triliun per tahun jika kebijakan pencampuran 10 persen etanol ke dalam bensin (E10) diterapkan secara nasional.
Sementara, skenario pencampuran 50 persen etanol (E50) disebut bisa menekan impor BBM hingga Rp 500 triliun per tahun.
"Karena impor BBM kita hampir Rp 500 triliun per tahun, setengah dari volume BBM nasional. Jika E10 diterapkan untuk semua program, sekitar 20 persen atau Rp 100 triliun bisa dihemat dari pengurangan impor," kata Nanang Kurniawan, VP of Technology & Engineering PT Pertamina Power Indonesia, Senin (9/12/2025) di Jakarta.Baca Juga:
Selain menghemat devisa, implementasi bioetanol juga dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Bahkan, pencampuran lima persen etanol ke dalam bensin (E5) diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 2 juta tCO₂ per tahun pada 2034.
Indonesia memiliki beragam potensi bahan baku bioetanol, termasuk tebu, sorgum, aren, jagung, dan singkong.
Pertamina menyebut pentingnya strategi multifeedstock agar pasokan bahan baku stabil dan tidak bersaing dengan pangan maupun lahan produktif.
"Kami akan mengoptimalisasi pabrik-pabrik eksisting dengan potensi 1,7 juta ton molase per tahun. Selain itu, pembangunan pabrik baru dan eksplorasi feedstock lain diharapkan mempercepat pencapaian target E10," ujarnya.
Pertamina menekankan integrasi hulu ke hilir melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kampus, pertanian, hingga industri, untuk membangun ekosistem bioetanol yang berkelanjutan.
Kebijakan pencampuran bioetanol pernah diterapkan Indonesia sejak 2006, tetapi terhenti karena volatilitas harga bahan baku.
Kini, dukungan terhadap bioetanol lebih jelas, meski kestabilan pasokan masih menjadi tantangan utama.
Implementasi bioetanol dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, mendukung transisi energi bersih, dan memperkuat ketahanan energi nasional.*
(k/dh)
ACEH BESAR Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Remaja Mesjid Besar Baitul Maghfirah Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peka
NASIONAL
MEDAN Era digital menghadirkan banyak peluang untuk menambah penghasilan, salah satunya melalui game penghasil uang. Salah satu aplikasi
EKONOMI
MEDAN Menyambut awal Ramadan 1447 Hijriah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait pot
PERISTIWA
OlehDr. Ir. Justiani, M.Sc.JUDUL ini terasa relevan untuk merefleksikan kegelisahan yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto terka
OPINI
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
TAPSEL Tanggul Sungai Batang Toru di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali jebol akibat
PERISTIWA
MEDAN Polisi menangkap dua pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten dan kota yang telah beraksi puluhan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam (SI) Sumatra Utara menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan semangat kolaboras
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian sosial sekaligus melestarikan tradisi lokal dengan membagikan ribuan paket daging m
NASIONAL
SOLO Kediaman Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, mendadak menjad
NASIONAL