BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Ribuan Industri Kecil di Sumatera Terdampak Bencana, Kemenperin Mulai Pemulihan 2026

Adam - Sabtu, 03 Januari 2026 15:26 WIB
Ribuan Industri Kecil di Sumatera Terdampak Bencana, Kemenperin Mulai Pemulihan 2026
Kementerian Perindustrian mulai menjalankan program pemulihan bagi ribuan industri kecil yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Kementerian Perindustrian mulai menjalankan program pemulihan bagi ribuan industri kecil yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program tersebut menjadi agenda utama rapat perdana kementeriannya pada awal 2026.

Agus menyebut bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh pada akhir 2025 berdampak signifikan terhadap aktivitas industri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Baca Juga:

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Sumatera Utara memiliki lebih dari 3.500 industri kecil, Sumatera Barat sekitar 3.400 industri kecil, sementara Aceh mencatat hampir 2.000 industri kecil yang beroperasi sebelum bencana.

"Dari laporan hingga 30 Desember 2025, dampak terbesar terjadi di Aceh dengan 1.647 industri kecil terdampak, disusul Sumatera Barat sebanyak 367 industri dan Sumatera Utara 52 industri," kata Agus, Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia menjelaskan dampak bencana terhadap sektor industri tidak hanya disebabkan oleh kerusakan fasilitas produksi, tetapi juga gangguan rantai pasok dan logistik.

Terputusnya akses jalan dan jembatan, terganggunya distribusi bahan bakar, serta pasokan listrik dan air membuat sejumlah industri pengolahan menghentikan produksi atau beroperasi jauh di bawah kapasitas normal.

Menurut Agus, industri manufaktur yang bergantung pada sistem just in time sangat rentan terhadap gangguan logistik.

"Gangguan pasokan bahan baku selama beberapa hari saja dapat menghentikan lini produksi dan menyebabkan kehilangan output yang signifikan," ujarnya.

Kementerian Perindustrian memperkirakan dampak bencana tersebut menahan nilai tambah manufaktur nasional di kisaran Rp11 triliun hingga Rp15 triliun.

Nilai tersebut merupakan kehilangan atau penundaan sementara, bukan kerusakan permanen terhadap kapasitas industri nasional.

Agus menekankan peran strategis Sumatera sebagai simpul logistik nasional membuat gangguan di wilayah tersebut berdampak luas hingga ke kawasan industri di Pulau Jawa.

Karena itu, pemulihan industri pascabencana dinilai perlu dilakukan secara terkoordinasi lintas sektor dan wilayah.

Program pemulihan industri kecil akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 2025, pemerintah telah memulai pendataan dan pemetaan kebutuhan pemulihan dengan capaian awal sekitar 20 persen.

Memasuki 2026, Kemenperin akan melanjutkan program melalui penetapan industri penerima bantuan, pemberian mesin dan peralatan, serta pemulihan proses produksi.

Bantuan teknis juga akan diberikan melalui pendampingan kewirausahaan dan sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk melalui program penghapusan kemiskinan ekstrem dan Klinik UMKM Bangkit.

Pemerintah berharap program restarting ini tidak hanya memulihkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan industri kecil menghadapi risiko di masa depan.*

(oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Aceh Utara Minta Data Kerusakan Banjir Masuk 4 Januari, Siap Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Pemerintah Siapkan Program “Ayam Merah Putih” Pulihkan Ternak Terdampak Banjir Sumatera
Tapanuli Selatan Dilanda Banjir Lagi, Bupati Gus Irawan Desak Normalisasi Sungai
Ustaz Aslam Nur: Muhasabah Bukan Meratapi Masa Lalu, Tapi Menata Masa Depan
PT Padang Gandeng PT Khas Prima Abadi, Perkuat Keamanan dan Kebersihan Pengadilan
Mendagri Pastikan Listrik dan BBM di Aceh Tamiang Kembali Normal Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru