Mata uang Paman Sam juga naik 0,04 persen terhadap poundsterling dan 0,12 persen terhadap dolar Australia.
"Pergerakan dolar AS yang menguat cenderung dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk data ekonomi AS yang solid dan ketidakpastian pasar global," kata analis valuta asing, Dr. Hadi Santoso, kepada Tempo.
Penguatan dolar AS ini berdampak pada rupiah yang melemah, sehingga importir dan pelaku usaha yang bergantung pada transaksi valas harus meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan terus memantau volatilitas ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Meski begitu, penguatan dolar terhadap rupiah masih dalam batas wajar, dan pelaku pasar diminta tetap tenang sembari memantau sentimen ekonomi global yang memengaruhi pergerakan mata uang.* (d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Menguat Lawan Sejumlah Mata Uang Global