Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS tercatat berada di level Rp 16.777 per dolar, turun 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pelemahan dolar AS terjadi di tengah pergerakan mata uang global yang bervariasi. Dolar AS tercatat menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,17 persen, naik 0,04 persen terhadap dolar Singapura, dan meningkat 0,01 persen terhadap dolar Australia.
Sementara itu, dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama lain, termasuk turun 0,19 persen terhadap yuan China, melemah 0,17 persen terhadap euro, dan turun 0,05 persen terhadap pound sterling.
Analis valuta asing menilai penguatan rupiah ini bersifat teknikal, dipengaruhi oleh stabilitas pasar menjelang pengumuman data ekonomi domestik dan global.
"Rupiah masih berada dalam rentang wajar terhadap dolar AS, dan tren pelemahan dolar ini diprediksi berlanjut jika data ekonomi domestik positif," kata seorang analis kepada wartawan.
Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat dolar AS yang lebih jinak dapat menekan biaya impor sekaligus menambah daya beli konsumen domestik.
Namun, volatilitas masih mungkin terjadi seiring sentimen global yang mempengaruhi mata uang Paman Sam.
Investor dan pelaku pasar disarankan tetap memantau perkembangan nilai tukar harian, khususnya menjelang rilis data inflasi dan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang akan memengaruhi pergerakan dolar ke depan.*
(d/dh)
Editor
: Dharma
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Rp 16.777 di Awal Perdagangan, Investor Waspadai Volatilitas Pasar Valas