BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Sarasehan 99 Ekonom Syariah Tegaskan Ekonomi Syariah Jadi Pilar Baru Pembangunan Nasional

gusWedha - Kamis, 26 Februari 2026 07:48 WIB
Sarasehan 99 Ekonom Syariah Tegaskan Ekonomi Syariah Jadi Pilar Baru Pembangunan Nasional
Sarasehan 99 Ekonom Syariah bertema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru”, di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Emmy Suryandari menambahkan bahwa industri halal merupakan pilar pertumbuhan ekonomi baru.

Pemerintah membangun kawasan industri halal terintegrasi, mencakup regulasi, sertifikasi, bahan baku, hingga fasilitas produksi untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor.

Nasaruddin Umar menekankan profesionalisme pengelolaan dana sosial umat seperti zakat, wakaf, dan sedekah sebagai penguatan ekonomi umat.

Mochamad Irfan Yusuf menambahkan, ekonomi haji harus memberi dampak luas bagi bangsa, dengan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia melalui produk dan kerajinan lokal di rantai pasok internasional.

Fadlul Imansyah menjelaskan pengelolaan dana haji senilai Rp180 triliun dioptimalkan melalui strategi investasi produktif agar transparan dan memberi manfaat maksimal bagi umat.

Sarasehan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia: populasi Muslim terbesar, kekuatan filantropi Islam, serta industri halal yang berkembang pesat.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rapim Polda Aceh 2026 Resmi Ditutup, Tekankan Profesionalisme dan Sinergi dengan TNI-Pemda
Wagub Aceh Dukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo, Pastikan Regulasi Daerah Siap
Kado Bulan K3 2026, Menaker Yassierli Gratiskan Pembinaan 4.025 Calon Ahli K3 Umum
Gotong Royong dan APBN, Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap di Sumatera
Kesepakatan Bersama Pemkab Tapteng-Caritas: Perumahan Aman dan Layanan Dasar untuk Warga Korban Bencana
Mendagri Tito Karnavian Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Program Tiga Juta Rumah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru