BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global

Adam - Jumat, 20 Maret 2026 07:45 WIB
Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kamis, 19 Maret 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan langkah efisiensi energi yang menyasar sektor-sektor tertentu sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi global, khususnya minyak.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026), Presiden Prabowo menerima laporan dari sejumlah menteri mengenai antisipasi pemerintah terhadap ancaman krisis energi global.

Baca Juga:

Rapat ini dihadiri oleh beberapa pejabat kunci, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta pejabat lainnya.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan perlunya kebijakan penghematan energi yang lebih terfokus pada sektor-sektor yang paling rentan dan berisiko terhadap ketidakstabilan pasokan energi.

"Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada sektor-sektor spesifik untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional," ujar Teddy.

Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran terkait kemungkinan dampak dari krisis energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, terutama perang yang terjadi di negara-negara Teluk dan Timur Tengah, yang selama ini menjadi pusat produksi minyak global.

Dengan kebijakan penghematan energi yang tepat sasaran, pemerintah berharap dapat menjaga kestabilan pasokan energi domestik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah, melalui koordinasi lintas kementerian, berusaha memastikan kebijakan penghematan energi ini dapat berjalan dengan efektif.

Seskab menegaskan bahwa pemerintah juga akan memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat, khususnya terkait dengan aktivitas ekonomi yang bergantung pada energi.

"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan kebijakan ini dapat berjalan efektif dan tepat sasaran," tambah Teddy.

Sementara itu, dalam rapat yang sama, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga memaparkan salah satu rencana efisiensi energi, yaitu penerapan sistem kerja dari rumah (WFH).

Skema WFH ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak yang seringkali terbuang akibat aktivitas perjalanan masyarakat.

"Rencananya, WFH akan diterapkan satu hari dalam periode lima hari kerja. Ini bukan hanya untuk ASN, tetapi juga untuk sektor swasta dan pemerintah daerah," ujar Airlangga.

Menko Airlangga menambahkan bahwa konsep sistem WFH tersebut sedang dalam tahap penyempurnaan.

"Teknisnya sedang disiapkan. Kami berharap, setelah konsep ini matang, akan segera kami informasikan lebih lanjut kepada publik, termasuk untuk sektor swasta dan pemda," ujar Airlangga.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi konsumsi energi secara signifikan, sembari memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat.

Sebagai catatan, ketahanan energi menjadi isu penting yang harus dihadapi oleh pemerintah di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Mengingat ketergantungan Indonesia pada impor energi, kebijakan efisiensi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Indonesia berupaya untuk menjaga agar ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.*


(vo/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penahanan Empat TNI Terkait Teror Air Keras Andrie Yunus Tunjukkan Komitmen Supremasi Hukum di Era Prabowo, Bawono Kumoro: Tidak Ada yang Kebal Hukum
Medan Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka, Malam Takbiran dan Pawai Kendaraan Hias Akan Meriahkan Kota
Menyambut Lebaran, Gubernur Sumut Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Bantu Warga Terdampak Bencana di Tapsel dan Tapteng
Prabowo Pertimbangkan Pembentukan Tim Independen Usut Kasus Penyerangan Andrie Yunus: Asal LSM Tidak Terpengaruh Dana Luar Negeri
Menkeu Purbaya: Kementerian Tidak Ingin Memotong Anggaran, Jadi Saya Tentukan Sendiri
Harga BBM Melonjak di ASEAN Akibat Konflik Timur Tengah, Singapura Capai Rp 58.305 per Liter
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru