BREAKING NEWS
Kamis, 09 April 2026

Meski Dolar AS Melemah, Rupiah Masih Stagnan di Rp17.030/US$

Adam - Kamis, 09 April 2026 09:10 WIB
Meski Dolar AS Melemah, Rupiah Masih Stagnan di Rp17.030/US$
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) Kamis (9/4/2026) tercatat stagnan.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah offshore dibanderol Rp17.030/US$, hampir sama dengan penutupan kemarin yang berada di Rp17.029/US$.

Tak lama setelah dibuka, rupiah kembali melemah tipis 0,06% ke level Rp17.040/US$.

Baca Juga:

Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar terhadap enam mata uang utama global turun 0,73% ke posisi 99,13, seiring kabar gencatan senjata antara AS dan Iran.

Mata uang Asia lainnya justru menunjukkan pelemahan. Ringgit Malaysia memimpin koreksi, disusul baht Thailand, yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, dan yuan offshore.

Sementara itu, dolar Hong Kong relatif stabil dengan perubahan hanya 0,01%.

"Pasar masih berhati-hati. Pemulihan pasokan energi kemungkinan tidak langsung terjadi walau gencatan senjata AS-Iran telah disepakati. Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup, dan serangan Israel ke Lebanon menjadi risiko tambahan bagi kestabilan geopolitik," ujar analis pasar keuangan.

Kenaikan harga minyak mentah turut menekan rupiah. Harga Brent naik 2,55% menjadi US$97,17 per barel, setelah sebelumnya turun tajam.

Dari sisi domestik, katalis positif masih terbatas.

Cadangan devisa Indonesia tercatat menurun tiga pekan berturut-turut, sementara pertumbuhan ekspor melambat menjadi 1,01% secara tahunan.

Surplus ekspor Februari mencapai US$1,28 miliar, di bawah ekspektasi pasar sebesar US$1,58 miliar.

Kontraksi terjadi pada ekspor batu bara, turun 8,31% secara bulanan dan 15,65% secara tahunan menjadi US$2,25 miliar.

Secara teknikal, rupiah berpotensi melanjutkan koreksi. Support terdekat berada di Rp17.050/US$, dan level kedua Rp17.100/US$.

Jika tetap di atas Rp17.000/US$, rupiah masih berisiko melemah hingga Rp17.200/US$.

Sebaliknya, level resistance psikologis terletak di Rp16.990/US$ dengan target penguatan lanjutan di Rp16.900/US$.

Investor dan pelaku pasar disarankan tetap waspada, mengingat sentimen eksternal dan domestik masih rawan mempengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.*


(bb/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menelusuri Sejarah Masuknya Islam di Indonesia: Antara Gujarat, Persia, Arab, dan Tiongkok
Di Balik Gencatan: Implikasinya Bagi Indonesia
Gencatan Senjata 15 Hari: Nafas Pendek di Tengah Bara Iran–Amerika
Selat Hormuz Dibuka, AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Sementara
Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Gerak Cepat Siapkan Strategi
58 Juta Peserta JKN Nonaktif, BPJS: Banyak yang Menunggak Iuran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru