BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

APINDO Soroti Wacana Penghentian Restitusi Pajak, Khawatir Ganggu Likuiditas Dunia Usaha

gusWedha - Kamis, 09 April 2026 21:14 WIB
APINDO Soroti Wacana Penghentian Restitusi Pajak, Khawatir Ganggu Likuiditas Dunia Usaha
Ketua Komite Perpajakan APINDO, Siddhi Widyaprathama. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyoroti wacana penghentian restitusi pajak yang muncul dalam upaya optimalisasi kebijakan fiskal nasional.

APINDO menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam karena berpotensi berdampak pada likuiditas serta kinerja dunia usaha.

Ketua Komite Perpajakan APINDO, Siddhi Widyaprathama, mengatakan dunia usaha pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.

Baca Juga:

Namun, menurutnya, kebijakan yang diambil harus tetap mempertimbangkan kondisi sektor riil, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok dan stabilitas ekonomi.

"Sinkronisasi kebijakan fiskal dengan kebutuhan dunia usaha menjadi kunci untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional," ujar Siddhi, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, restitusi pajak merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan memiliki peran penting dalam menjaga arus kas perusahaan.

Pengembalian kelebihan pembayaran pajak dinilai krusial untuk memastikan kelancaran operasional, termasuk keberlangsungan produksi serta pemenuhan kewajiban terhadap tenaga kerja.

Selain itu, kepastian hukum dalam kebijakan perpajakan juga dinilai penting untuk menjaga iklim investasi. Dunia usaha menilai kebijakan pajak tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga daya saing ekonomi.

APINDO juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan fungsi pengawasan dan audit perpajakan yang profesional dan akuntabel.

Siddhi menegaskan, koordinasi yang harmonis antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan dunia usaha menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkop Resmikan Koperasi di Papua Tengah, Wagub Sebut Bukti Nyata Kehadiran Negara
Prabowo Minta Program MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Bukan untuk Keluarga Mampu
Lewat Program PERMATA, Pemprov Sumut Latih Perempuan Terdampak Bencana Jadi Pelaku Usaha
Unmuha Latih Warga Nusa Olah Tanaman Herbal dan Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Melejit 5,5%, Meski Proyeksi Bank Dunia Lebih Rendah
Prabowo Sindir Narasi ‘Indonesia Gelap’: Mata dan Hatinya yang Buram
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru