BREAKING NEWS
Senin, 13 April 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.121/USD, Tertekan Penguatan Dolar AS di Awal Pekan

Adelia Syafitri - Senin, 13 April 2026 09:56 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.121/USD, Tertekan Penguatan Dolar AS di Awal Pekan
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (13/4/2026).

Mata uang Garuda tertekan seiring penguatan dolar AS setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencapai kesepakatan.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.121 per dolar AS. Posisi ini melemah 17 poin atau 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.090 per dolar AS.

Baca Juga:

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah tercatat di level Rp17.107 per dolar AS. Angka ini juga menunjukkan pelemahan dibandingkan pembukaan perdagangan akhir pekan lalu di Rp17.077 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah sepanjang hari ini. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.110 hingga Rp17.160 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah faktor global, termasuk ketidakpastian geopolitik. Ia menyebut ada dua skenario yang mungkin terjadi terkait dinamika konflik di Timur Tengah.

Jika tercapai jeda perang selama dua minggu, harga minyak diperkirakan turun sehingga dapat meredam inflasi global. Namun, apabila negosiasi kembali gagal, potensi konflik terbuka dapat mendorong lonjakan harga minyak mentah dan emas secara bersamaan.

Dari dalam negeri, survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih terjaga pada Maret 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang berada di level 115,4 atau masih dalam zona optimistis (di atas 100), meski sedikit menurun dari bulan sebelumnya sebesar 115,9.

Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8, turun dari 110,7 pada Februari. Adapun indeks pembelian barang tahan lama (IPDG) berada di level 109,2, juga menurun dari sebelumnya 112,0.*

(mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Negosiasi Iran-AS Nyaris Deal, Gagal Usai Ancaman Trump Blokade Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Naik 8 Persen Imbas Rencana Blokade Selat Hormuz
Negosiasi Gagal, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Ancam Pasokan Energi Dunia
Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
Iran Tuduh AS Cari-cari Alasan Tinggalkan Perundingan, Negosiasi di Pakistan Buntu
Pembicaraan 21 Jam Tak Buahkan Hasil, AS dan Iran Gagal Sepakat di Islamabad
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru