Andi Azwan Dorong dr Tifa Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
JAKARTA –Aktris dan penyanyi Acha Septriasa baru-baru ini mengekspresikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Dalam unggahan di media sosial, Acha, yang dikenal sebagai pelantun hits “Berdua Lebih Baik,” menilai bahwa catatan akhir masa kepresidenan Jokowi menumpuk dengan berbagai masalah, dan ia merasa kecewa bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai warga negara yang menginginkan perubahan positif.
Dalam unggahannya pada Jumat, 23 Agustus 2024, Acha menyatakan, “Setelah harum ‘katanya’ nama pemimpin kita, berakhir mengenaskan seperti ini.. siapa yang sangka, kekecewaan ini bukan Milik yang bersebrangan pilihan saja, tapi Yang Turut memilih Dia pun kecewa.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun Acha termasuk dalam kelompok pendukung Jokowi, ia merasa tidak puas dengan hasil akhir kepemimpinan presiden yang sedang menjabat.
Acha merinci beberapa kebijakan yang menurutnya merugikan rakyat, seperti Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA), serta revisi Undang-Undang Pemilu yang diatur lewat Mahkamah Konstitusi. Ia juga menyebut revisi Undang-Undang Pilkada yang masih belum jelas, menyoroti kekhawatiran akan keputusan-keputusan yang diambil menjelang akhir masa kepresidenan Jokowi. “Keputusan seperti apa yang akan di ketok nantinya,” tulis Acha, merujuk pada kebijakan yang belum final.
Unggahan tersebut dilengkapi dengan tangkapan layar berita yang mengkritik aksi-aksi kebut-kebutan Badan Legislasi DPR dalam membahas revisi UU Pilkada. Acha mencurigai bahwa upaya tersebut mungkin diprakarsai untuk memfasilitasi pencalonan Kaesang Pangarep, anak bungsu Jokowi, dalam Pilkada yang pendaftarannya sudah dekat. Ia menunjukkan ketidakpuasan terhadap perlakuan kasar terhadap para peserta demo Kawal Putusan MK dengan membagikan video di Instagram Story yang memperlihatkan tindakan represif oleh aparat.
Acha Septriasa juga tidak segan menandai akun Instagram Presiden Jokowi dalam unggahan terbarunya. “Apa Beliau ini Lupa? Apakah kekuasaan benar-benar mengendalikan nafsu Manusia segitu parah nya.. lantas, Apa yang di inginkan dari semua ini .. kalau Mati hanyalah tinggal Nama.. apakah ini Nama yang Anda akan tinggalkan Pak @jokowi,” tulisnya, menandai akun presiden dan mengekspresikan kemarahannya secara terbuka.
Meski Acha mengaku telah memilih Jokowi dalam dua pemilihan presiden terakhir, ia memutuskan untuk tidak mengikuti akun Instagram presiden dan hanya mengikuti berita melalui media daring. “Walau saya pemilih bapak 2 kali, tetapi saya memang gak follow bapak di IG, karena memang, saya puas membaca berita-berita tentang pencapaian Negara hanya lewat Internet saja,” tulis Acha, menegaskan ketidakpuasan terhadap apa yang diposting Jokowi di media sosial dibandingkan dengan realitas di lapangan.
Acha Septriasa mengakhiri unggahannya dengan pertanyaan retoris dan ungkapan kekecewaan, “apa benar banyak desas-desus ini hanya untuk menyingkirkan ‘Orang Baik’ ? Dahulu, saya percaya. Sayang nya sekarang tidak lagi..” disertai dengan emoji hati yang terbelah.
Respons dan Pujian dari Warganet
Pernyataan Acha Septriasa ini langsung mendapat respons luas dari warganet. Banyak komentar pujian mengalir dari publik yang mengapresiasi keberanian Acha untuk berbicara mengenai isu-isu sensitif terkait kepemimpinan Jokowi. Salah satu warganet menulis, “Anda sangat BERKELAS !! Berbeda dengan rekan ‘Influencer’ peliharaan mereka yang menghamba cuan dan mengesampingkan hati nurani, masih ragu untuk berpihak antara Haq dan bathil …. Trims sudah bersama kami.”
Komentar lain menyatakan, “KEREN KAAAA KA ACHA PAHAM KETIDAKADILAN DI NEGRI INI,” mencerminkan rasa terhubung dengan pernyataan Acha mengenai ketidakadilan. Beberapa warganet juga merasakan kesakitan yang sama, dengan komentar seperti, “Rasanya lebih sakit dari putus cinta Pak,” dan “Menyala kak acha sangat mewakili walau saya tidak pernah pilih beliau sama sekali.”
Keberanian Acha Septriasa untuk mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka dan mempertanyakan kebijakan yang dianggap merugikan telah menarik perhatian banyak pihak, terutama di kalangan publik yang merasa dikhianati oleh janji-janji pemerintahan yang tak terealisasi. Unggahan tersebut tidak hanya menunjukkan sikap kritis dari seorang tokoh publik tetapi juga menggambarkan ketidakpuasan yang mungkin dirasakan oleh banyak warga negara menjelang akhir masa pemerintahan Jokowi.
(N/014)
JAKARTA Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Andi Azwan mendorong tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widod
POLITIK
Oleh T. JamaluddinPeningkatan volume sampah menjadi persoalan yang hampir selalu muncul saat perayaan hari besar, termasuk Lebaran. Di berb
OPINI
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya mendukung kasus korupsi kuota haji yang m
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani bersama sejumlah
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh aduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2026 akan ditindaklanjuti secar
PEMERINTAHAN
SABANG Kepala Kepolisian Daerah Aceh Marzuki Ali Basyah meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Seulawah 2026 di kawasan Pelabuhan Balohan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merancang langkah efisiensi besar unt
PEMERINTAHAN
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin pembelaj
PENDIDIKAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka peluang penerapan kembali kebijakan One Day No Car bagi aparatur sipil negara (AS
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menangkap dua tersangka dalam pengembangan kasus jaringan narkotika yan
HUKUM DAN KRIMINAL