Prabowo Sebut Tahu Pihak Pendana Demo, PDIP: Justru Terkesan Mengancam Rakyatnya Sendiri
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu mengambil langkah nyata apabila benar me
POLITIK
JAKARTA –Uya Kuya baru-baru ini menjadi sorotan setelah sebuah video viral menunjukkan dirinya yang sedang merekam kejadian kebakaran di Altadena, Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam video tersebut, Uya Kuya tampak sedang membuat konten, namun mendapat teguran keras dari seseorang yang mengaku sebagai pemilik rumah yang terkena dampak kebakaran. Hal ini memicu berbagai komentar di media sosial, dan Uya pun akhirnya memberikan klarifikasi.
Lewat pesan singkat, Uya mengungkapkan bahwa video tersebut diambil atas permintaan media di Indonesia untuk mendapatkan informasi tentang kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. “Berhubung banyak video hoax dan AI tentang kebakaran. Itu lokasi gak jauh dari rumah salah satu WNI yang juga terbakar,” jelasnya.
Uya juga mengungkapkan bahwa di lokasi tersebut terdapat banyak polisi, FBI, dan National Guard yang berjaga. Dirinya tidak sendirian dalam merekam video tersebut, melainkan bersama puluhan orang lainnya yang juga diperbolehkan mengambil gambar selama berada di ruang publik dan tidak memasuki properti pribadi.
Namun, Uya mengakui bahwa dia dan rekannya ditegur oleh seorang yang mengaku sebagai pemilik rumah yang terdampak kebakaran. “Kita langsung stop rekaman dan menghapusnya,” katanya. Uya menegaskan bahwa video tersebut tidak pernah diunggah di platform media sosial seperti TikTok, Reels, atau YouTube. Video tersebut dibuat berdasarkan permintaan wartawan dan media Indonesia.
Meskipun sudah menghapus konten tersebut, Uya menanggapi bahwa pemilik rumah tersebut kemudian mengunggah video yang telah dipotong dan menyebarkan kesalahpahaman mengenai niat mereka. “Dari komentar yang di konten aslinya mereka mengira kita scammer yang berpura-pura jadi korban kebakaran untuk mengumpulkan donasi untuk kepentingan pribadi,” lanjutnya.
Uya pun mengucapkan permintaan maaf atas kejadian ini. “Mohon maaf atas kegaduhan dan kesalahan saya ini, semoga ini jadi pembelajaran buat kita,” tutupnya.
(N/014)
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu mengambil langkah nyata apabila benar me
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi usulan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk me
KESEHATAN
DELI SERDANG Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) ke40 Provinsi Sumatera Uta
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas
PEMERINTAHAN
NIAS Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, mengunjungi Galeri Dekranasda Kota Gunungsitoli yang berada
SENI DAN BUDAYA
NIAS BARAT Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, mengajak kaum per
KESEHATAN
LABUHANBATU Aksi penggerebekan dan pembakaran lapak yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba oleh jajaran Polres Labuhanbatu menuai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsar
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan dirinya tidak menyukai skema impor dalam pemenuhan keb
EKONOMI
CARACAS Korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 32 o
INTERNASIONAL