34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
Jakarta – Baru-baru ini, media sosial X diramaikan dengan keluhan warganet mengenai sebuah iklan lowongan kerja untuk posisi Customer Service yang ternyata mengarah pada pekerjaan sebagai admin judi online. Iklan lowongan kerja ini sebelumnya diposting di platform Jobstreet, namun kini sudah dinonaktifkan (disuspend) oleh pihak Jobstreet setelah mendapat sorotan.
Menanggapi hal tersebut, Head of Social & PR Indonesia Jobstreet by SEEK, Adham Somantrie, memberikan sejumlah tips untuk mengenali iklan lowongan kerja yang menipu. Menurut Adham, para pelamar kerja harus berhati-hati dengan peluang yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, karena hal ini biasanya merupakan penipuan.
Adham menekankan agar pelamar kerja tidak mudah percaya jika pengiklan atau pemberi kerja meminta uang muka dengan alasan untuk memperlancar proses lamaran kerja. “Pengiklan atau pemberi kerja asli TIDAK AKAN meminta uang atau detail bank atau kartu kredit,” katanya.
Selain itu, pelamar juga diminta untuk berhati-hati terhadap pengiklan yang meminta informasi pribadi yang tidak relevan dengan pekerjaan yang dilamar, seperti nomor file pajak, salinan KTP dan SIM, serta nomor rekening atau kartu kredit. “Informasi seperti itu hanya boleh diberikan setelah pelamar menerima tawaran kerja asli. Jangan pernah memberikan detail pribadi, seperti penampilan, status perkawinan, atau informasi login ke akun Jobstreet, kecuali sudah ada tawaran kerja yang jelas,” ujar Adham.
Adham juga mengingatkan untuk selalu memeriksa keaslian iklan lowongan kerja, email, atau pemberi kerja yang tampak mencurigakan. Sebagai contoh, perusahaan besar biasanya tidak menggunakan alamat email gratis seperti Hotmail untuk iklan lowongan mereka. Jika ragu, disarankan untuk menghubungi perusahaan secara langsung untuk memverifikasi keaslian iklan tersebut.
“Jika kamu mencurigai sebuah iklan lowongan kerja, jangan respons dan segera laporkan ke Jobstreet dengan menyertakan tautan iklan tersebut,” kata Adham. Ia juga mengingatkan pentingnya perangkat lunak antivirus yang terupdate untuk melindungi perangkat dari potensi ancaman.
Terakhir, Adham mengingatkan agar jika pelamar telah terlanjur memberikan detail rekening bank atau kartu kredit, segera menghubungi lembaga keuangan untuk meminta saran. Ia juga mengimbau agar pelamar berhati-hati terhadap email mencurigakan yang meminta informasi pribadi. “Jika kamu menerima email mencurigakan, sebaiknya segera dihapus dan jangan klik tautan atau membalasnya,” tambahnya.
(christie)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL