Hari Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat untuk Menetapkan 1 Syawal 1447 H, Hilal Dipantau di 117 Titik
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemantauan hilal
NASIONAL
JAKARTA -Mabes Polri berhasil mengungkap sindikat narkotika jaringan internasional dengan menangkap 16 Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia.
Penangkapan ini dilakukan dalam periode Januari hingga Februari 2025.
Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa para pelaku berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika, Jerman, Turki, Australia, Lithuania, Inggris, India, dan Malaysia.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (5/3), Wahyu menjelaskan bahwa para WNA tersebut kedapatan membawa barang-barang haram untuk dijual dan diedarkan secara bebas di Indonesia.
Beberapa dari mereka bahkan sudah terlibat dalam sindikat narkoba yang beroperasi di tanah air.
"Dari berbagai kasus yang telah diungkap, terdapat 16 WNA yang kita tangkap. Empat di antaranya merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional Fredy Pratama," ujar Komjen Wahyu Widada.
Menurut Wahyu, jaringan Fredy Pratama merupakan salah satu jaringan narkoba internasional yang cukup besar, dan total ada tujuh tersangka yang berhasil diamankan, termasuk empat WNA dan tiga WNI.
Keempat WNA yang ditangkap tersebut terbukti membawa narkoba dari luar negeri ke Indonesia.
Metode Operasi
Sebagian besar WNA yang ditangkap menyamar sebagai turis atau pelancong untuk mengelabui petugas di bandara.
Penangkapan dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Bali dan Jakarta.
Wahyu mengungkapkan bahwa empat WNA asal Malaysia ditangkap setelah kedapatan membawa narkoba langsung dari negara mereka.
Sementara itu, beberapa WNA lainnya ditangkap saat mencoba menyelundupkan narkoba ke Bali dan Jakarta.
"Beberapa di antaranya memang datang ke Indonesia sebagai turis, tetapi ada juga yang sengaja datang untuk menjadi bagian dari sindikat narkoba ini," lanjutnya.
Kolaborasi Penegakan Hukum
Dalam upaya memberantas narkoba, Polri berencana meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Imigrasi, Kementerian Pemasyarakatan, serta Bea Cukai untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia.
Wahyu menegaskan bahwa pemberantasan narkoba memerlukan kerjasama lintas lembaga, dan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri saja.
"Kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Kerja sama dengan imigrasi, lapas, dan bea cukai sangat penting untuk memastikan Indonesia bebas dari peredaran narkoba," pungkasnya.
(cn/a)
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemantauan hilal
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Segenap keluarga besar SPPG Yayasan Karya Indonesia Emas Wek III 02 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 14
NASIONAL
MANDAILING NATAL Longsor kembali terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kab
PERISTIWA
BIREUEN Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh, Marlina Muzakir, mengunjungi anakanak korban banjir dan anak yatim di Gampong Dayah Mesj
NASIONAL
BANDA ACEH Sebagian besar wilayah Provinsi Aceh diperkirakan mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir pada hari ini, dengan su
NASIONAL
MEDAN Cuaca di wilayah Provinsi Sumatera Utara pada hari ini diperkirakan didominasi hujan ringan di hampir seluruh daerah, dengan suhu
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diperkirakan didominasi hujan ringan di sebagian besar kawasan, dengan suhu udara men
NASIONAL
BANDUNG Sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Barat diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada hari ini, mulai dari h
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari ini diperkirakan didominasi kondisi berawan dan hujan ringan di sejumla
NASIONAL
DENPASAR Sejumlah wilayah di Provinsi Bali diperkirakan mengalami variasi cuaca pada hari ini, dengan dominasi hujan ringan di beberapa
NASIONAL