Rinciannya, 161 orang berasal dari Kota Semarang, sementara 117 lainnya datang dari luar kota, termasuk daerah-daerah seperti Salatiga, Kendal, Pati, Grobogan, Demak, dan beberapa kota lainnya.
Setelah diamankan, para pemuda tersebut dibawa ke Polrestabes Semarang dan harus menjalani sahur di kantor polisi.
Penyidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai tujuan dan motif konvoi tersebut.
Pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh warga untuk lebih berhati-hati dan tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, terutama selama bulan Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan.