300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
SEMARANG - Aksi demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar pada Kamis (1/5/2025) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah berujung ricuh. Kericuhan menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka, sementara 18 orang lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian.
Fajar Muhammad Andhika, pendamping hukum dari Tim Advokasi May Day Semarang, menyatakan bahwa para mahasiswa yang diamankan mengalami berbagai bentuk luka fisik akibat insiden tersebut.
"Luka-luka lebam ya. Ada yang matanya lebam hitam, pipi dan kepala benjol, bahkan ada yang mengalami luka memar dan baret di sekitar mata serta tubuh," jelas Fajar pada Sabtu (3/5/2025).
Pihak kepolisian menetapkan empat mahasiswa sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut. Tim advokasi telah melibatkan Komnas HAM untuk menyelidiki dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.
"Kami sudah melaporkan ke Komnas HAM dan meminta atensi terhadap perlakuan represif yang diterima kawan-kawan demonstran," tambah Fajar.
Tim advokasi juga tengah mengajukan penangguhan penahanan terhadap para tersangka, serta mengajak masyarakat sipil untuk mendukung langkah ini melalui surat permohonan.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengonfirmasi perkembangan terbaru terkait penanganan demonstran.
"Delapan mahasiswa sudah kami periksa dan telah dipulangkan. Untuk sisanya, kami akan sampaikan lebih lanjut," ujarnya.
Kericuhan dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.15 WIB saat massa aksi mencoba memaksa masuk ke kawasan kantor gubernur dan melempari aparat dengan berbagai benda. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Setelah dilakukan penyisiran, sejumlah demonstran diamankan dan dibawa menggunakan truk ke kantor polisi. Aksi berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah massa membubarkan diri dari Jalan Pahlawan hingga kawasan Universitas Diponegoro (Undip).
Insiden ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap kebebasan menyampaikan pendapat dan dugaan kekerasan dalam penanganan unjuk rasa.*
(kp/J006)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL