BREAKING NEWS
Rabu, 18 Maret 2026

Pasutri Asal Medan Ditangkap Edarkan Sabu 1 Kg di Binjai, Bawa Senjata Rakitan

Raman Krisna - Kamis, 10 Juli 2025 23:16 WIB
Pasutri Asal Medan Ditangkap Edarkan Sabu 1 Kg di Binjai, Bawa Senjata Rakitan
Kedua tersangka bersama sejumlah barang bukti telah diamankan di Polres Binjai. (foto: dok. Polres Binjai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BINJAI — Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengamankan sepasang suami istri, TH (38) dan PP (32), yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.

Keduanya ditangkap di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Binjai melalui Kasat Narkoba, AKP Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari kecurigaan personel terhadap sebuah sepeda motor yang melintas melawan arah.

Petugas kemudian membuntuti kendaraan tersebut hingga berhenti di sebuah rumah kosong.

"Pengemudi sepeda motor tampak mencurigakan. Perempuan yang dibonceng membawa sebuah kantong plastik ke sisi rumah, sementara pria pengendara terlihat menggenggam benda menyerupai senjata api," ujar AKP Syamsul.

Ketika petugas mendekat, TH diduga sempat melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas.

Beruntung, tembakan tersebut tidak mengenai siapa pun dan kedua terduga pelaku berhasil diamankan tanpa korban.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu bungkus plastik hijau merek Guanyinwang berisi sabu seberat 1 kilogram, senjata rakitan berwarna hitam, dua unit ponsel, serta sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BK 5820 ALC.

"Keduanya mengaku sebagai pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Bromo, Gang Keluarga, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan," tambah AKP Syamsul.

Dalam keterangannya kepada penyidik, PP menyebut bahwa ia dan suaminya terpaksa menjadi kurir narkotika karena tekanan ekonomi, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lima anak mereka.

"Kami hanya ingin membiayai sekolah anak. Kami dijanjikan upah Rp5 juta," ujar PP saat diwawancarai di Polres Binjai, Kamis (10/7).

PP mengaku, mereka diminta menjemput sabu dari seseorang yang tak dikenal dan mengantarkannya ke rumah kosong.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru