300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
JAKARTA – Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, atau yang dikenal sebagai proyek Whoosh, kembali menjadi sorotan publik.
Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menduga adanya dugaan korupsi dalam proyek senilai triliunan rupiah tersebut dan menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan belum proaktif menangani kasus ini.
"Dugaan saya [KPK] takut. Entah takut pada siapa," ujar Mahfud. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci pihak yang dimaksud.Baca Juga:
Menurut Mahfud, kasus dugaan korupsi ini sebenarnya mulai ramai diperbincangkan pada 12–13 Oktober 2025, setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak pembayaran utang proyek kereta cepat menggunakan dana APBN.
Sehari kemudian, Mahfud ikut memberikan komentarnya terkait proyek ini.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, Mahfud menyinggung dugaan penggelembungan anggaran atau mark up biaya pembangunan kereta cepat.
Ia menjelaskan, biaya per kilometer proyek Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, padahal di China hanya 17–18 juta dolar AS.
"Naik tiga kali lipat. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini," tegas Mahfud. Namun, Mahfud tidak menyebut pihak yang menaikkan biaya tersebut.
Menanggapi pernyataan Mahfud, KPK pada 16 Oktober 2025 meminta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu untuk membuat laporan terkait dugaan korupsi proyek kereta cepat.
Mahfud menyatakan kesiapannya jika dipanggil KPK untuk dimintai keterangan, meski ia menilai membuat laporan resmi akan "membuang-buang waktu."
"Saya siap dipanggil. Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya disuruh lapor, ngapain, buang-buang waktu juga," ujarnya di Yogyakarta pada 26 Oktober 2025.
Hingga saat ini, publik masih menunggu langkah konkret KPK dalam menindaklanjuti dugaan penggelembungan anggaran tersebut.
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL