BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

ICW Dorong KPK Pantau 1.179 SPPG Milik Polri, Potensi Konflik Kepentingan Jadi Sorotan

Adelia Syafitri - Rabu, 25 Februari 2026 10:23 WIB
ICW Dorong KPK Pantau 1.179 SPPG Milik Polri, Potensi Konflik Kepentingan Jadi Sorotan
Presiden RI Prabowo Subianto saat Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri, (13/2/26). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau secara khusus 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dimiliki Polri.

Surat resmi dikirim ke Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK, dipimpin oleh Aminuddin, untuk menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan SPPG.

"Melalui surat ini, kami meminta agar dilakukan monitoring, pemantauan, serta kajian terhadap skema pengelolaan SPPG oleh Polri," kata Yassar Aulia, staf Divisi Advokasi ICW, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:

ICW menyoroti mekanisme pengelolaan SPPG yang tidak dilakukan langsung oleh Polri, melainkan melalui perantara Yayasan Kemala Bhayangkari.

Yayasan ini memiliki cabang di hampir seluruh Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor (Polres) di Indonesia, dengan total 419 yayasan: 378 cabang, 34 kepengurusan daerah, 5 cabang berdiri sendiri, 1 gabungan, dan 1 pusat.

"Pucuk pimpinan yayasan selalu konsisten diisi oleh istri Kapolda atau Kapolres di wilayah bersangkutan," ungkap Yassar.

Kondisi ini, menurut ICW, berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena keterikatan relasi keluarga dan finansial dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW juga mencatat adanya keistimewaan yang diberikan BGN kepada Polri, termasuk tidak berlakunya batas maksimal 10 SPPG per yayasan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional No. 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

"Praktik ini dapat memicu konflik kepentingan finansial, mengingat berbagai insentif dan biaya yang diterima pihak Polri saat mengelola dapur MBG," jelas Yassar.

Sebagai informasi, Polri saat ini membangun 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Tahun 2026, Polri berencana menambah 1.500 SPPG baru.

Hingga kini, 201 SPPG Polri telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, 119 SPPG bersertifikat Halal, dan 147 SPPG memiliki Sertifikat Uji Laboratorium Air.

Langkah ICW ini menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam program pemenuhan gizi nasional, terutama bila melibatkan institusi negara dan organisasi masyarakat yang memiliki relasi keluarga erat.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polda Bali Gelar Buka Puasa Bersama Mahasiswa, Perkuat Sinergi dan Toleransi di Pulau Dewata
Harga Ayam Meroket di Pasar Tradisional Sumut, DPRD Minta Operasi Pasar Cepat Dilakukan
Kerugian Negara Capai Miliaran, Tiga Mantan Kepala Syahbandar Belawan Ditahan
Kinerja Kejaksaan Sulut Dapat Apresiasi, Burhanuddin Dorong Penanganan Kasus Korupsi Lebih Besar
Mantan Kepala SMKN 1 Pancur Batu Divonis 17 Bulan Penjara dan Denda Rp50 Juta atas Korupsi Dana BOS Rp576 Juta
Kapolda Aceh Berikan Apresiasi untuk Personel dan Komunitas Peduli Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru