300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
ISLAMABAD -Militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh sebanyak 12 pesawat nirawak (drone) yang dikirim oleh India dan memasuki wilayah udaranya. Klaim ini muncul hanya sehari setelah India melakukan serangan udara terhadap beberapa lokasi yang disebut sebagai "infrastruktur radikal" di Pakistan.
Dalam konferensi pers resmi, Juru Bicara Militer Pakistan, Mayjen Ahmed Sharif Chaudhry, menyatakan bahwa drone-drone tersebut termasuk jenis Harop buatan Israel, dan ditemukan di dekat dua kota besar Pakistan, yakni Karachi dan Lahore.
"Pesawat nirawak India terus dikirim ke wilayah udara Pakistan. Kami menembak jatuh 12 di antaranya. Puing-puingnya masih kami kumpulkan," kata Chaudhry, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Ia menegaskan bahwa tindakan India tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Pakistan dan menyampaikan peringatan keras kepada New Delhi.
"(India) akan terus membayar mahal untuk agresi terang-terangan ini," lanjut Chaudhry.
India Belum Berkomentar, Situasi Semakin Memanas
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan India belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan yang disampaikan oleh militer Pakistan.
Insiden ini memperburuk ketegangan yang telah meningkat tajam sejak serangan udara India pada Rabu dini hari (7/5/2025). Serangan itu diklaim sebagai respons atas serangan mematikan di Pahalgam, Kashmir dua minggu sebelumnya, yang menyebabkan 26 orang tewas, sebagian besar adalah turis Hindu.
Pakistan Bantah Keterlibatan dalam Serangan Pahalgam
Pemerintah Pakistan telah membantah keras tuduhan keterlibatan dalam serangan Pahalgam. Islamabad menyebut tuduhan India sebagai tidak berdasar dan tidak memiliki bukti kuat.
Ketegangan yang kembali mencuat ini menjadi babak baru dalam hubungan panas antara dua negara bersenjata nuklir yang telah tiga kali berperang sejak kemerdekaan mereka dari Inggris pada 1947. Dua dari tiga perang tersebut dipicu oleh sengketa berkepanjangan atas wilayah Kashmir, yang masih menjadi titik rawan hingga hari ini.*
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL