BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Pemerintah Assam Tangkap 81 Orang karena Simpati pada Pakistan, Ketegangan India-Pakistan Kembali Memanas

- Senin, 02 Juni 2025 15:59 WIB
Pemerintah Assam Tangkap 81 Orang karena Simpati pada Pakistan, Ketegangan India-Pakistan Kembali Memanas
Ilustrasi wargamelarikan diri akibat konflik Pakistan dan India di Poonch yang dikelola India, Jumat (9/5/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASSAM - Pemerintah negara bagian Assam, India, menangkap sedikitnya 81 orang yang dituduh menunjukkan simpati terhadap Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Penangkapan dilakukan setelah aparat memantau aktivitas media sosial yang dianggap berseberangan dengan kepentingan nasional India.

Kepala Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma, yang juga anggota partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), menyebut para tersangka sebagai "anti-nasional".

"Sistem kami terus melacak unggahan anti-nasional di media sosial dan mengambil tindakan," tegas Sarma, seperti dikutip AFP.

Polisi Assam mengonfirmasi bahwa salah satu penangkapan dilakukan terhadap seorang pengguna Instagram yang mengunggah bendera Pakistan di akunnya. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut tentang rincian penangkapan lainnya.

Langkah pengetatan ruang digital ini menyusul insiden serangan terhadap wisatawan sipil di Kashmir yang dikelola India pada 22 April lalu, yang menewaskan tujuh warga sipil. India menuduh Pakistan mendukung kelompok militan yang bertanggung jawab atas serangan itu — tuduhan yang dibantah Pakistan.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam usai insiden Kashmir, dengan bentrokan militer yang berlangsung selama empat hari. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 10 Mei, namun hubungan bilateral masih berada dalam kondisi rapuh. Ini disebut sebagai eskalasi paling serius sejak konflik Kargil tahun 1999.

Selain menangkap simpatisan Pakistan, otoritas India juga menindak tegas kasus dugaan spionase. Pada Mei 2025, badan antiterorisme India menangkap seorang perwira polisi paramiliter yang diduga membocorkan informasi ke Pakistan. Sedikitnya 10 orang lainnya ditahan atas tuduhan serupa sepanjang bulan itu.

Kepala Menteri Sarma juga meningkatkan pengawasan terhadap migrasi ilegal dari Bangladesh. Assam, yang berbatasan langsung dengan negara tersebut, dilaporkan menjadi jalur utama masuknya migran. Antara 27–29 Mei, menurut laporan Times of India, sebanyak 49 warga Bangladesh dideportasi ke wilayah perbatasan, meskipun belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Assam.

Hubungan antara India dan Bangladesh juga disebut sedang memburuk sejak pergantian pemerintahan di Dhaka tahun lalu. Bangladesh kini dilaporkan mulai mendekat ke China dan Pakistan, memicu kekhawatiran baru dalam dinamika geopolitik kawasan Asia Selatan.*

(kp/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru