Dino Patti Djalal Ungkap SBY Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan Selama Dua Periode Jabatannya
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungka
POLITIK
SULTENG -Sebuah insiden kekerasan melibatkan oknum TNI terjadi di SPBU yang terletak di Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (9/12/2024). Insiden ini melibatkan Komandan Rayon Militer (Danramil) Lettu Agus Yado yang menampar petugas SPBU, Asriandi Hamzah, setelah permintaannya untuk mengisi bahan bakar jenis pertalite sebesar 5 liter ditolak.
Kejadian bermula ketika Lettu Agus Yado meminta pengisian BBM di SPBU tersebut. Namun, petugas menolak permintaan tersebut karena Lettu Agus Yado tidak memiliki barcode, yang merupakan syarat baru pengisian BBM yang diberlakukan sejak 1 Desember 2024. Manajer SPBU, Asriandi Hamzah, berusaha menjelaskan kebijakan baru tersebut dan bahkan menawarkan bantuan untuk membuatkan barcode agar Lettu Agus bisa melanjutkan pengisian BBM.
Namun, tawaran tersebut ditolak dan justru memicu kemarahan Lettu Agus Yado, yang kemudian menampar Asriandi Hamzah di bagian pipi. Aksi kekerasan tersebut segera dilaporkan ke satuan tugas Denpom XIII-2 Palu, yang kemudian melakukan mediasi antara kedua pihak.
Setelah proses mediasi yang dilakukan oleh pihak Korem 132/Tadulako, baik Lettu Agus Yado maupun Asriandi Hamzah sepakat untuk berdamai. Dalam pertemuan tersebut, Lettu Agus Yado secara resmi meminta maaf kepada Asriandi Hamzah atas tindakannya. Brigjen TNI Deni Sunawan, Danrem 132/Tadulako, yang turut hadir dalam mediasi tersebut, menegaskan pentingnya penegakan disiplin di lingkungan militer dan menekankan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku tanpa memandang jabatan atau pangkat.
Insiden ini kemudian menjadi viral di media sosial, menarik perhatian banyak warganet. Sebagian dari mereka memberikan sindiran terhadap tindakan oknum TNI tersebut, sementara yang lain mengkritik kebijakan penggunaan barcode untuk pengisian BBM yang dianggap menyulitkan masyarakat.
“Padahal beli bukan minta, masa harus dipersulit dengan barcode lagi,” tulis akun TikTok @a_P97***.
“Pak, seragam dan pangkat serta jabatan terlalu berat buat Agus Yado,” sindir akun @goost***.
Di sisi lain, ada pula warganet yang menilai bahwa tindakan Lettu Agus Yado tidak bisa dibenarkan meskipun menggunakan dinas. “Beliaukan pakai dinas kenapa harus dipersulit… tentu tugas negara lebih penting dari apapun,” tulis @saiful****.
(N/014)
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungka
POLITIK
PADANG LAWAS Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Padang Lawas menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkoti
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan pekerja di Indonesia untuk bersiap menghadapi percepatan perubahan teknologi, ter
NASIONAL
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memilih berjalan kaki dari Rumah Jabatan menuju Kantor Gubernur NT
PEMERINTAHAN
MEDAN Mantan sopir hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, mengakui telah mencuri emas milik atasannya sekaligus membakar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja keras
EKONOMI
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang menghadiri kegiatan Halal Bihalal sekaligus dialog interaktif bersama Karang
PEMERINTAHAN
SOLO Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah, menolak gugatan citizen lawsuit (CLS) terkait ijazah mantan Presiden ke7 Joko Widodo. Majelis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Xiaomi mengonfirmasi peluncuran ponsel flagship terbarunya, Redmi K90 Max, yang dijadwalkan hadir pada akhir April 2026. Menjela
SAINS DAN TEKNOLOGI