Penukaran Tiket Final AFF U-19 Ditunda ke Pukul 13.00 WIB, Ratusan Suporter Kecewa
MEDAN Ratusan suporter yang datang untuk menukar tiket elektronik menjadi gelang final Piala AFF U19 2026 di Citraland Tanjungmorawa ha
OLAHRAGA
SEOUL— Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, kembali ditahan oleh otoritas setempat pada Kamis (10/7), atas dugaan serius terkait deklarasi darurat militer yang sempat ia canangkan secara sepihak pada akhir tahun lalu.
Penahanan ini dilakukan menyusul disetujuinya surat perintah penangkapan oleh hakim, dengan alasan kuat terkait potensi penghilangan barang bukti.
Penahanan terbaru ini memperpanjang babak hukum yang membelit Yoon, setelah sebelumnya ia dimakzulkan dan diberhentikan dari jabatan Presiden Korea Selatan.
Tindakan Yoon pada 3 Desember 2024, ketika mengerahkan pasukan bersenjata ke parlemen untuk memaksa pengesahan status darurat militer, memicu kecaman luas dan dianggap sebagai upaya kudeta terhadap pemerintahan sipil.
Langkah tersebut menjadikan Yoon sebagai presiden pertama dalam sejarah Korea Selatan yang ditangkap saat masih menjabat.
Ia sebelumnya ditangkap dalam penggerebekan dramatis pada Januari 2025 setelah menolak beberapa kali upaya penangkapan.
Yoon sempat dibebaskan sementara pada Maret, namun kembali menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan menolak hadir dalam panggilan pemeriksaan setelah proses pemakzulannya dikukuhkan oleh Mahkamah Konstitusi pada April.
Kini, ia ditahan di sel isolasi guna menjalani penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pemberontakan terhadap pemerintah sipil.
Dalam sidang pendahuluan yang berlangsung selama tujuh jam sehari sebelumnya, Yoon membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya.
"Saya mungkin harus berjuang sendirian. Bahkan penasihat hukum saya satu per satu mengundurkan diri karena tekanan," ucap Yoon kepada hakim.
Sementara itu, Ketua Lawyers for a Democratic Society, Yun Bok Nam, menyatakan bahwa penyidikan telah menunjukkan substansi kuat untuk mendakwa Yoon, dan masa penahanan bisa diperpanjang hingga enam bulan setelah dakwaan resmi dikeluarkan.
"Risiko pemusnahan bukti sangat tinggi. Kami meyakini proses hukum ini akan menjadi penentu penting dalam mempertegas supremasi sipil atas militer," kata Yun.
MEDAN Ratusan suporter yang datang untuk menukar tiket elektronik menjadi gelang final Piala AFF U19 2026 di Citraland Tanjungmorawa ha
OLAHRAGA
MEDAN Aparat kepolisian mengungkap praktik home industry atau pabrik rumahan vape yang mengandung narkoba di sebuah rumah kos mewah di J
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Timnas Indonesia U19 akan menghadapi Kamboja U19 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U19 2026 yang digelar sore ini. P
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal dalam penyusunan Rancangan Anggar
EKONOMI
MEDAN Ratusan masyarakat yang telah membeli tiket final Piala AFF U19 tahun 2026, kecewa. Ini akibat panitia menunda jam penukaran tiket
OLAHRAGA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Na
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kota Medan dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Tak hanya menawarkan ragam makanan khas yang kaya rempah, ibu ko
PARIWISATA
JAKARTA Pemerintah terus mematangkan implementasi Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (KUHA
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional masih berada pada level tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan S
EKONOMI
JAKARTA TNI angkat bicara terkait keterlibatan sejumlah personelnya dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa lintas universitas yang
POLITIK