BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Tegas dan Mematikan: Iran Siap Lanjutkan Perburuan Netanyahu Hingga Mati

Adam - Minggu, 15 Maret 2026 13:20 WIB
Tegas dan Mematikan: Iran Siap Lanjutkan Perburuan Netanyahu Hingga Mati
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan ancaman untuk membunuhnya jika ia masih hidup.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus memuncak antara Iran dan Israel, yang semakin memanas dengan peran Amerika Serikat (AS) dalam konflik tersebut.

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," demikian pernyataan yang disampaikan IRGC di situs Sepah News, yang dilansir AFP, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga:

Ancaman ini dilontarkan oleh Iran setelah serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026 yang mengakibatkan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap Israel, pangkalan militer AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi perdagangan global.

Ketegangan Meningkat Pasca Pemboman

Pernyataan tersebut juga muncul bersamaan dengan spekulasi yang berkembang mengenai keberadaan Netanyahu. Sebuah video yang dirilis pada 13 Maret 2026 menunjukkan Netanyahu berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan media melalui tautan video.

Namun, video tersebut menimbulkan keraguan di kalangan publik, dengan beberapa pengguna media sosial menyoroti adanya keanehan, seperti tampaknya Netanyahu memiliki enam jari di salah satu tangannya, yang memicu dugaan bahwa video tersebut mungkin telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Netanyahu, yang sempat "menghilang" selama hampir dua minggu setelah serangan Israel-AS, kembali muncul dalam video tersebut dan menyatakan bahwa Iran telah "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman.

Ia juga mengklaim bahwa Garda Revolusi Iran dan pasukan paramiliter Basij telah menderita akibat serangan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah Semakin Memuncak

Selain itu, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus menyerang Hizbullah Lebanon sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada 2 Maret 2026.

Ketika ditanya mengenai langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Israel terhadap Iran dan Hizbullah, Netanyahu enggan memberikan penjelasan lebih lanjut, namun menegaskan bahwa Israel akan terus bertindak tegas.

Konflik antara Israel dan Iran telah memasuki babak baru yang semakin kompleks, dengan kekerasan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok militan seperti Hizbullah, serta keterlibatan langsung AS dalam serangan terhadap Iran.

Ketegangan ini juga menunjukkan dampak dari kecanggihan teknologi dalam perang modern, di mana informasi dan disinformasi sering kali bercampur aduk, membingungkan publik dan memperkeruh situasi geopolitik.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menjaga Harmoni, Bhabinkamtibmas Sumerta Kauh Sambang Yayasan Nurussalam Jelang Nyepi dan Idul Fitri
Menghina Klaim Trump, Iran Sindir AS yang Kini Butuh Bantuan Negara Lain di Selat Hormuz
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Resmi Diresmikan, Menko Polkam: Ini Bukti Kepedulian Negara
Gangguan Selat Hormuz: Indonesia Terancam Defisit APBN Rp204 Triliun Jika Harga Minyak Mencapai USD100
Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir Jika Muncul “Pertanda Kuat” Ini
Iran Dinilai Tangguh, Luhut Jelaskan Strategi Drone dan Mobile Peluncuran Rudal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru