BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Direktur NCTC Joe Kent Mengundurkan Diri, Sebut Trump Dilobi Israel Terkait Perang di Iran

Abyadi Siregar - Rabu, 18 Maret 2026 16:38 WIB
Direktur NCTC Joe Kent Mengundurkan Diri, Sebut Trump Dilobi Israel Terkait Perang di Iran
Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent. (foto: NBC News)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON D.C. — Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump, khususnya terkait dengan serangan militer AS-Israel terhadap Iran.

Dalam surat pengunduran dirinya yang dipublikasikan di media sosial X, Kent secara terbuka mengkritik keputusan pemerintah AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Menurut Kent, serangan tersebut tidak didasarkan pada ancaman yang nyata, melainkan sebagai respons terhadap tekanan dari Israel dan lobi-lobi pro-Israel di Amerika Serikat.

Baca Juga:

Kent, yang telah menjabat sebagai direktur NCTC, menyatakan bahwa pemerintah AS memulai perang dengan Iran tanpa adanya ancaman mendesak yang signifikan.

"Pemerintah memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika-nya yang kuat," tulis Kent dalam suratnya, yang juga menuding sejumlah pejabat tinggi Israel dan jurnalis berpengaruh di AS telah menyebarkan misinformasi untuk mendesak keputusan tersebut.

Kent lebih lanjut menyoroti bahwa ruang gema informasi ini bertujuan untuk menipu Presiden Trump dengan keyakinan bahwa Iran adalah ancaman langsung bagi Amerika Serikat, yang menurutnya adalah kebohongan besar.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertentangan dengan prinsip "America First" yang selama ini diusung Trump.

Menyikapi pengunduran diri Kent, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang tegas.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah tuduhan bahwa kebijakan Trump dipengaruhi oleh pihak asing, menilai klaim tersebut sebagai sesuatu yang "menggelikan" dan "menghina."

Leavitt menambahkan bahwa Trump memiliki bukti kuat dan meyakinkan bahwa Iran berencana untuk menyerang AS terlebih dahulu, yang menjadi dasar bagi keputusan militer tersebut.

Presiden Trump sendiri memberikan komentar dingin terkait pengunduran diri Kent, dengan menyebutnya sebagai "orang baik, namun lemah dalam hal keamanan."

Trump menganggap bahwa pengunduran diri Kent justru memberikan kesempatan untuk memperbaiki kebijakan yang lebih kuat.

Kent, yang memiliki pengalaman luas dalam dunia intelijen, selama ini dikenal sebagai sosok yang berpihak pada keamanan nasional AS, tetapi dalam suratnya, dia menegaskan bahwa keputusan militer yang diambil dengan melibatkan Israel sebagai mitra justru merugikan kepentingan jangka panjang Amerika.

"Misinformasi ini digunakan untuk menjebak Anda, agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi AS. Itu adalah kebohongan yang harus diungkap," ujar Kent dalam suratnya.

Kent juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kebijakan luar negeri yang dianggapnya lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan eksternal dibandingkan dengan kepentingan strategis Amerika Serikat.*


(mi/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Puspom TNI Ungkap Dua Anggota Bais TNI Sebagai Eksekutor Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Selidiki Dalang dan Motifnya
Buka Puasa Bersama Konsulat Jenderal India, Promosikan Kerja Sama Lintas Sektor dengan Indonesia
Menaker Yassierli Lepas 649 Pemudik Program Mudik Bersama Indomie, Tekankan Kepedulian Perusahaan pada Mitra Usaha
TNI Tangkap 4 Terduga Pelaku Penyiraman Andrie Yunus, LBH Jakarta: Tindakan Prematur dan Tidak Masuk Akal
4 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Anggota TNI Pangkat Kapten hingga Letnan dari AL dan AU Ditangkap
Wali Kota Padangsidimpuan Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers untuk Transparansi dan Keamanan Informasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru