BREAKING NEWS
Kamis, 09 April 2026

Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Ratusan Warga, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam

Adelia Syafitri - Kamis, 09 April 2026 09:42 WIB
Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Ratusan Warga, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam
Serangan udara Israel ke Lebanon pada Rabu, 9 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEIRUT Serangan udara Israel ke Lebanon pada Rabu, 9 April 2026, menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai ratusan lainnya.

Serangan ini terjadi tak lama setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Otoritas Pertahanan Sipil Lebanon menyebutkan sebanyak 837 orang mengalami luka-luka, sementara puluhan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga:

Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di sejumlah lokasi yang terdampak.

Serangan dilaporkan menghantam berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut.

Dalam waktu sekitar 10 menit, lebih dari 100 serangan udara diluncurkan ke kawasan padat penduduk, memperparah kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi yang terjadi sebagai eskalasi berbahaya.

"Serangan ini menargetkan warga sipil di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan wilayah selatan," ujarnya.

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk menargetkan kelompok Hizbullah.

Juru bicara IDF, Avichay Adraee, mengatakan aktivitas kelompok tersebut memaksa Israel untuk bertindak.

Di sisi lain, Israel juga mengonfirmasi satu tentaranya, Sersan Staf Touvel Yosef Lifshiz, tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Serangan ini memicu reaksi keras dari Iran. Sejumlah pejabat Teheran menyerukan langkah tegas sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Israel.

Juru bicara Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ibrahim Rezaei, bahkan mengusulkan penghentian lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Iran juga memperingatkan kemungkinan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika serangan terus berlanjut.

Utusan Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahraini, menyatakan negaranya akan tetap waspada secara militer di tengah ketidakpercayaan terhadap Washington.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata seharusnya mencakup Lebanon.

Ia menyebut dunia internasional tengah mengamati sikap Amerika Serikat dalam menegakkan komitmen tersebut.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menyebut skala kehancuran akibat serangan ini sebagai "mengerikan" dan mendesak komunitas internasional untuk segera menghentikan eskalasi konflik.

Situasi di Lebanon kini semakin tidak menentu, dengan ancaman meluasnya konflik regional jika tidak ada upaya deeskalasi dalam waktu dekat.*


(vorp/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Meski Dolar AS Melemah, Rupiah Masih Stagnan di Rp17.030/US$
Menelusuri Sejarah Masuknya Islam di Indonesia: Antara Gujarat, Persia, Arab, dan Tiongkok
Di Balik Gencatan: Implikasinya Bagi Indonesia
Selat Hormuz Dibuka, AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Sementara
58 Juta Peserta JKN Nonaktif, BPJS: Banyak yang Menunggak Iuran
Prabowo Soal BBM Aman: Jangan Tenang-tenang, Kita Tetap Waspada
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru