MEDAN — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi serius tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Saat menutup Muktamar Persatuan Umat Islam (PUI) di Medan, Kamis (15/5), Gibran menyarankan agar Gubernur Sumut Bobby Nasution menggandeng organisasi keagamaan seperti PUI dalam program pembinaan pengguna narkoba.
Gibran menyampaikan hal ini sebagai respons atas pernyataan Bobby yang menyebut Sumut masih menjadi provinsi dengan angka penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia dalam dua tahun terakhir.
"Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba, ini PUI bisa digandeng ini Pak Gubernur (Sumut)," ucap Gibran dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Wakil Presiden RI.
Lebih lanjut, Gibran menyarankan agar para pengguna narkoba yang terjaring dapat dibina melalui pesantren di bawah naungan PUI.
Ia bahkan menyindir pendekatan serupa yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang mengirim pelajar nakal ke barak militer untuk pembinaan karakter.
"Mungkin ada gubernur yang, Gubernur Jawa Barat yang mengirim anak-anak bandel ke barak militer, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI mungkin," tambahnya.
Gibran menekankan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai provinsi dengan jumlah penduduk besar di luar Jawa, sehingga perannya sangat penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Ini Sumut memiliki peran strategis untuk mendorong kemajuan bangsa," ujarnya.
Sebelumnya, Bobby Nasution dalam sambutannya menyatakan bahwa Sumut menghadapi tantangan besar terkait maraknya penyalahgunaan narkoba.
"Kami masih menjadi provinsi nomor satu dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, Pak Wapres," ungkap Bobby.
Ia menambahkan bahwa masalah ini menjadi tantangan serius agar Sumut bisa turut menyumbang pencapaian visi Indonesia Emas 2045.