Paradoks Demokrasi? 92% Kenal Pancasila, Tapi 53% Warga Takut Bicara Politik
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan pesan penting kepada para pejabat negara, wakil rakyat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga sikap serta menahan diri dalam menyikapi situasi sosial dan politik yang tengah memanas.
JK menekankan perlunya kesadaran kolektif, khususnya dari para pemangku jabatan publik, agar tidak sembarangan dalam menyampaikan pendapat yang berpotensi menyakiti perasaan rakyat.
"Ini menjadi pelajaran besar. Para pejabat, anggota DPR harus menahan diri. Jangan asal bicara yang bisa menghina dan menyakiti hati masyarakat," ujar JK, Jumat (29/8).
JK menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terus memanas akibat rangkaian aksi demonstrasi.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga situasi tetap kondusif dan terbuka dalam menyerap aspirasi masyarakat.
"Kita harapkan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang baik bagi masyarakat. Harus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat serta menjaga masyarakat," kata JK.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa apabila gejolak sosial ini terus berlangsung tanpa solusi yang bijak, dampaknya akan merembet ke berbagai sektor, termasuk perekonomian.
"Jika kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Ini bisa berakibat panjang," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis malam (28/8).
"Dalam keadaan hari ini, tentu kita menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan," ujarnya.
JK menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil, serta meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti bersalah dalam insiden tersebut.
"Mudah-mudahan ini bisa disampaikan dengan baik bahwa semua yang bersalah harus diberi tindakan yang sepadan, yang keras," tegasnya.
Menutup pernyataannya, JK mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga keutuhan bangsa, dengan mengedepankan dialog dan keadilan.
"Mari kita semua menahan diri. Jangan sampai situasi ini meluas dan menyulitkan kehidupan masyarakat. Yang diperlukan sekarang adalah kebijaksanaan, bukan ego atau emosi," pungkasnya.*
(vo/a008)
JAKARTA Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila se
NASIONAL
JAKARTA Polemik pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus bergulir. Dewan Pe
POLITIK
JAKARTA Polemik terkait isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo kembali memanas. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyampaikan pesan e
POLITIK
JAKARTA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam untuk menjaga adab dan kehormatan AlQur&039an menyusul kasus dua wa
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk tetap berpedoman pada aturan dalam
POLITIK
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat berlangsu
INTERNASIONAL
OlehHabiburokhmanPERNYATAAN Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya bahwa ada fenomena inflasi pengamat ada benarnya. Banyak se
OPINI
SINGAPURA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik
EKONOMI
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz setelah negosiasi den
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam ra
NASIONAL