BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Menaker: Program Magang Nasional Bukan Bansos, Siap Digulirkan Oktober 2025

Abyadi Siregar - Selasa, 23 September 2025 10:49 WIB
Menaker: Program Magang Nasional Bukan Bansos, Siap Digulirkan Oktober 2025
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (foto : kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional bukan merupakan bentuk bantuan sosial (bansos), melainkan program pembukaan lapangan kerja bagi lulusan baru yang tengah mencari pengalaman industri.

"Konsepnya bukan bantuan sosial, tapi ini konsepnya untuk pembukaan lapangan kerja, walaupun itu sifatnya sementara," ujar Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Platform Pendaftaran Siap Diluncurkan

Baca Juga:
Yassierli menyebut bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan platform digital pendaftaran, yang akan mempertemukan peserta dan perusahaan penyedia tempat magang. Targetnya, platform ini akan rampung akhir September 2025, dan pendaftaran peserta dibuka mulai Oktober.

"Jadi seperti aplikasi Siap Kerja, bukan seperti Prakerja. Perusahaan juga mendaftar, mencantumkan informasi detil, lalu dipadankan datanya," jelasnya.

Proses pemadanan data peserta dan perusahaan akan melibatkan Kemendikbudristek agar penempatan magang lebih tepat sasaran.

20.000 Kuota, Anggaran Rp198 Miliar

Program Magang Nasional menargetkan 20.000 peserta untuk tahap awal, dengan anggaran sebesar Rp198 miliar yang sudah dialokasikan dalam APBN 2025. Dana ini akan digunakan untuk memberikan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) kepada peserta selama masa magang.

"Anggarannya sudah ada, dan Kementerian Keuangan sudah siap untuk membuka blokir," tambah Yassierli.

Durasi Magang Enam Bulan, Digelar Dua Periode

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program ini akan berlangsung selama enam bulan, terbagi ke dalam dua periode:

Periode pertama: Oktober – Desember 2025

Periode kedua: Januari – Maret 2026

"Kita akan melihat pelaksanaannya, dan jika berhasil, bisa dilanjutkan," ujar Airlangga.

Program ini menjadi bagian dari delapan program prioritas ekonomi 2025, yang ditujukan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda ke sektor industri.*

(km/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru