BREAKING NEWS
Rabu, 28 Januari 2026

Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter ke Tiga Provinsi Sumatera, Distribusi Logistik Terkendala Medan Terputus

Raman Krisna - Sabtu, 29 November 2025 12:50 WIB
Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter ke Tiga Provinsi Sumatera, Distribusi Logistik Terkendala Medan Terputus
HelikopterTNI. (Foto: Dok. TNI Angkatan Udara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Pemerintah mengintensifkan operasi udara untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah paling terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan hingga Sabtu, 29 November 2025, total 11 helikopter TNI dan Basarnas telah diterbangkan dari Jakarta menuju zona bencana.

"Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November, dan dua lagi diterbangkan ke Aceh pagi ini," kata Teddy dalam keterangan resmi.

Baca Juga:

Helikopter itu dioperasikan untuk menjangkau desa-desa terpencil yang tak dapat diakses melalui jalur darat akibat kerusakan parah infrastruktur.

Menurut Teddy, prioritas distribusi kini difokuskan pada logistik dasar seperti makanan, obat-obatan, air bersih, serta perlengkapan darurat untuk pengungsi.

"Helikopter-helikopter ini terbang terus-menerus untuk memasok kebutuhan ke titik-titik yang terisolasi," ujarnya.

174 Warga Meninggal, Banyak Daerah Masih Belum Tertembus

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengumumkan data sementara per Jumat, 28 November:

174 warga meninggal dunia,

79 orang masih hilang,

12 orang luka-luka.

Dari seluruh korban itu, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat:

116 warga meninggal,

42 orang hilang.

Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, hingga Pakpak Barat.

"Data masih bergerak. Ada beberapa titik longsor yang belum berhasil ditembus," kata Suharyanto di Bandara Silangit.

Aceh dan Sumatera Barat Juga Hadapi Korban Tinggi

Di Aceh, tercatat:

35 warga meninggal,

25 hilang,

8 luka-luka.

Sebagian besar korban berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tenggara. Pendataan masih dilakukan di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara yang aksesnya sebagian besar masih tertutup.

Sementara di Sumatera Barat, jumlah korban per 28 November yaitu:

23 meninggal dunia,

12 hilang,

4 luka-luka.

BNPB menyebut ada 3.900 kepala keluarga pengungsi, mayoritas dari Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang.

Tantangan: Cuaca Buruk dan Jalur Darat yang Lumpuh

Meski pemerintah menambah armada udara, operasi bantuan masih terkendala cuaca, kabut pekat, dan medan pegunungan dengan patahan longsor. Sejumlah desa di Aceh dan Sumatera Utara dilaporkan masih terputus total.

"Kita berpacu dengan waktu," ujar Suharyanto. "Di beberapa titik, indikasi korban masih ada, tetapi tim belum bisa masuk."

Pemerintah memastikan operasi udara dan darat akan terus ditingkatkan hingga seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau.*

(km/ um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI AD Kerahkan Dua Helikopter untuk Percepat Penanganan Bencana di Sumatera
Sumatera Utara Dilanda Bencana: Sibolga Terisolasi, 62 Korban Jiwa, Polda Sumut dan Tim SAR Bergerak Tanpa Henti
Kementerian PU Fokus Buka Akses Jalan Terdampak Longsor di Sumatera Utara
Pemerintah Terjunkan Ratusan Alat dan Empat Pesawat untuk Buka Akses Korban Banjir Sumatera
Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara, 34 Tewas dan 52 Masih Hilang
Helikopter TNI AD Mendarat Darurat di Blora, Tidak Ada Korban Jiwa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Kompolnas Bukan Lembaga Pengawas

Kompolnas Bukan Lembaga Pengawas

OlehHabiburokhman. KAMI perlu menanggapi pengawasan kinerja Polri oleh Kompolnas. Perlu digarisbawahi bahwa Kompolnas bukanlah lembaga pen

OPINI