Pimcab BRI Padangsidimpuan Teuku Zulham bersama Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak bencana di Batangtoru, Selasa (30/12/2025). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
TAPANULI SELATAN, SUMUT – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Bantuan diberikan secara simbolis di Kantor Camat Batangtoru pada Selasa (30/12/2025).
Pimpinan Cabang BRI Padangsidimpuan, Teuku Zulham, menyerahkan buku rekening dengan saldo Rp1.800.000 per Kepala Keluarga (KK) kepada sejumlah perwakilan warga.
Penyerahan ini turut dihadiri Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Komandan Resort Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Komandan Distrik Militer 0212/Tapsel, Camat Batangtoru, jajaran BRIBatangtoru, dan warga penerima bantuan.
Zulham menegaskan, penyaluran DTH merupakan bagian dari komitmen BRI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi suka maupun duka.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sementara warga selama masa tunggu hunian pasca bencana," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI. Ia menyebut, total terdapat 1.442 warga terdampak yang menerima DTH dan sedang menunggu pembangunan hunian tetap.
"Bantuan ini memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit kembali," kata Bupati.
Warga penerima, Asrin Pulungan, mengaku sangat terbantu dengan adanya DTH.
"Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Di tengah kesulitan pasca bencana, perhatian pemerintah dan BRI menjadi penyemangat bagi kami untuk bangkit kembali," ucapnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pemulihan jangka menengah bagi masyarakat Batangtoru, sekaligus memastikan mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi pasca bencana.
Pemkab Tapsel menyatakan akan terus mendampingi warga hingga hunian tetap dapat ditempati seluruh masyarakat terdampak.*