"Huntara ini kami bangun sebagai langkah awal agar warga bisa segera menempati rumah sementara, sambil menunggu pembangunan rumah permanen," ujar Fuad, Sabtu(3/1/2026).
Rumah sementara yang dibangun memiliki ukuran 4x6 meter.
Warga turut memanfaatkan material yang tersisa dari bencana, seperti kayu gelondongan dan pasir, sebagai bahan pembangunan.
Pembangunan dilakukan secara bergotong-royong antara warga, TNI, Polri, dan relawan.
Salah satu warga, Mardiana Lubis, yang rumahnya rata dengan tanah, mengaku senang dan terharu dengan hadirnya hunian sementara ini.
"Kami sangat berterima kasih, ini sangat membantu keluarga kami untuk segera bisa kembali menempati rumah," kata Mardiana.
Fuad Arazi Daulay juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan yang mendukung pembangunan huntara, khususnya TNI dan Polri yang ikut terlibat secara penuh.
Target pembangunan 15 unit huntara ini diperkirakan selesai pada akhir Desember 2025, sehingga warga dapat segera menempatinya.
Pembangunan hunian sementara ini diharapkan dapat meringankan beban korban banjir bandang, serta menjadi langkah konkret dalam memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Desa Tolang Julu.*