300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah antara pemerintah dan Muhammadiyah tidak semestinya dimaknai secara negatif.
Ia menyebut perbedaan itu justru dapat menjadi wujud persatuan yang indah dalam kehidupan berbangsa.
"Kami juga mengimbau kepada segenap masyarakat, mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berpisah atau berbeda dalam artian negatif," kata Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang isbat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Februari 2026.Baca Juga:
Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menyikapi perbedaan awal Ramadhan tanpa menimbulkan perpecahan.
"Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan itu diambil berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat yang menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.
Berdasarkan standar MABIMS, tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Namun hasil pemantauan menunjukkan sudut elongasi masih berkisar antara 0 derajat 56 menit hingga 1 derajat 53 menit.
"Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," kata Nasaruddin.
Karena tidak ada laporan hilal terlihat di berbagai titik pemantauan, pemerintah memutuskan menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari.
Adapun Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini merujuk pada metode hisab hakiki wujudul hilal serta penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini diadopsi organisasi tersebut.
Melalui pendekatan astronomi global dengan prinsip satu hari satu tanggal, awal bulan hijriah ditentukan secara serentak di seluruh dunia tanpa bergantung pada batas geografis negara.
Perbedaan metode antara rukyat berbasis kriteria MABIMS dan hisab wujudul hilal kerap memunculkan perbedaan awal Ramadhan di Indonesia.
Namun, Nasaruddin berharap hasil sidang isbat kali ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam.
"Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa," ujarnya.
Ia menekankan, esensi puasa Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan, bukan memperdebatkan perbedaan metode penetapan awal bulan.*
(km/ad)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL