BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Ketua MPR Ahmad Muzani: Jangan Mudah Terpecah, Harus Percaya pada Presiden Kita

Adelia Syafitri - Rabu, 18 Maret 2026 18:23 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani: Jangan Mudah Terpecah, Harus Percaya pada Presiden Kita
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, merespons perkembangan terkini mengenai dinamika perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Muzani mengimbau negara-negara di kawasan Teluk Persia untuk menahan diri dan berusaha menghindari eskalasi lebih lanjut yang berpotensi memperburuk situasi global.

Baca Juga:

Muzani menyampaikan bahwa meredanya ketegangan di kawasan tersebut akan memberikan jaminan bagi umat Islam di seluruh dunia untuk merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan damai.

"Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idul Fitri dengan aman dan damai," ujar Muzani dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Muzani juga mengapresiasi upaya Arab Saudi yang selama ini menjaga kelangsungan ibadah umrah bagi umat Islam dengan lancar, serta peranannya sebagai penjaga dua Tanah Suci, Mekkah dan Madinah

Ia menyebutkan, jika perang dapat dihentikan, maka dampak krisis global, seperti lonjakan harga minyak, dapat mereda dan membantu perekonomian dunia yang tertekan.

Lebih lanjut, Muzani menyerukan pentingnya dialog antarnegara sebagai jalan utama menuju perdamaian.

"Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog diplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian," jelasnya.

Indonesia, melalui kepemimpinan Presiden Prabowo, telah berupaya aktif berperan dalam menghentikan konflik ini.

Meskipun langkah tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat, Muzani menekankan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi di Indonesia.

"Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas agar sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi demi tercapainya perdamaian," tuturnya.

Muzani juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan yang ada.

"Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita. Sebagai rakyat, kita harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin kita, kepada pemerintah kita, kepada Presiden kita," ujarnya menutup pernyataan.*


(d/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Sentil "Omon-omon" Program 3 Juta Rumah, Menteri Ara Siap Gebrak Perumahan Subsidi dengan Kebijakan Baru
Presiden Prabowo Tuding Pengkritik Dibiayai Pihak Asing, Adinda Muchtar: Sikap Inkonsisten dan Merendahkan Kebebasan Berpendapat
Poin-Poin Penting Pernyataan TNI tentang 4 Tentara Terduga Penyiram Air Keras Aktivis Andrie Yunus
Jusuf Kalla Sebut Ada Dua Cara Pemerintah Hemat Anggaran di Tengah Ketegangan Geopolitik
Direktur NCTC Joe Kent Mengundurkan Diri, Sebut Trump Dilobi Israel Terkait Perang di Iran
Ketua PMI Jusuf Kalla Bertemu Dubes Iran, Pastikan Bantuan Obat-obatan untuk Korban Perang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru