Membangun Generasi Disiplin, Satgas Damai Cartenz 2026 Latih Baris-Berbaris Siswa SD Dondobaga di Papua
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
KORUT –Korea Utara telah mengambil langkah dramatis dengan meledakkan sejumlah bagian jalan dan rel kereta api yang menghubungkan negaranya dengan Korea Selatan. Tindakan ini diumumkan oleh media pemerintah Pyongyang pada Kamis (16/10) dan dianggap sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut “provokasi politik dan militer” dari tetangga selatannya.
Aksi Pemutusan Hubungan yang MeningkatMenurut laporan, ledakan terjadi di sepanjang perbatasan timur dan barat kedua negara, dengan panjang area yang terpengaruh mencapai sekitar 60 meter. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Korea Utara untuk secara bertahap memutus hubungan dengan Korea Selatan. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Korea Utara kini secara resmi melabeli Korea Selatan sebagai “negara musuh” dalam konstitusinya.
“Ini adalah tindakan sah yang tidak dapat dihindari mengingat kondisi keamanan yang serius dan meningkatnya risiko perang yang tidak terprediksi,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara, seperti yang dikutip oleh Al Jazeera. Selain itu, Korea Utara juga menegaskan bahwa mereka akan memperkuat perbatasan secara permanen.
Konsekuensi Amandemen KonstitusiPerubahan sikap ini mencuat setelah Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara mengamandemen konstitusi, menegaskan bahwa penyatuan dengan Korea Selatan tidak lagi mungkin dan mempertegas permusuhan yang telah ada di antara kedua negara. Ketegangan yang meningkat ini semakin diperparah oleh pembatalan perjanjian militer yang disepakati pada tahun 2018, yang bertujuan untuk mengurangi konflik di perbatasan.
Ancaman Balasan dan PropagandaKorea Utara juga mengancam akan membalas tindakan Korea Selatan setelah menuduh mereka menggunakan pesawat nirawak untuk menyebarkan propaganda di atas wilayah Pyongyang. Tuduhan ini menambah kompleksitas dan ketegangan yang ada di kawasan yang sudah rentan ini.
Pentingnya Situasi KeamananTindakan Korea Utara ini tidak hanya menunjukkan ketidakpuasan terhadap Korea Selatan, tetapi juga menandakan potensi risiko yang lebih besar di kawasan tersebut. Para analis mencatat bahwa langkah-langkah yang diambil Pyongyang dapat memperburuk situasi dan mengarah pada konflik yang lebih luas jika tidak ditangani dengan bijak.
Ketegangan antara Korea Utara dan Selatan terus meningkat, menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional. Dunia kini mengamati dengan cermat perkembangan yang terjadi di Semenanjung Korea, berharap agar kedua pihak dapat menemukan jalan untuk meredakan situasi sebelum terjadinya eskalasi yang tidak diinginkan.
Dengan semakin banyaknya langkah provokatif dari kedua belah pihak, masa depan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan tampak semakin suram, dan kebutuhan untuk dialog damai menjadi lebih mendesak dari sebelumnya.
(N/014)
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL
JERUSALEM Polisi Israel menangkap Syekh Mohammed alAbbasi dari halaman Masjid AlAqsa pada Senin (16/2) malam waktu setempat. Penangkap
INTERNASIONAL
NIAS Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyatakan kesiapannya untuk melepas Kepulauan Nias menjadi provinsi baru. Namun, ia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil mengidentifikasi bakteri akt
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk mendoakan bangsa Pa
AGAMA