BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Penemuan Mayat Membusuk di Desa Lumban Garaga, Korban Diketahui Tinggal Sebatang Kara

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2025 14:54 WIB
Penemuan Mayat Membusuk di Desa Lumban Garaga, Korban Diketahui Tinggal Sebatang Kara
Kesaksian Warga Rulan br Hutabarat (43), seorang warga Desa Lumban Garaga, mengaku terakhir kali bertemu dengan korban pada Selasa (11/2/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI UTARA – Warga Desa Lumban Garaga, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi membusuk di sebuah gubuk di perladangan desa setempat, Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Mayat tersebut diketahui bernama Sitinurbaya br Sihombing (60), seorang perempuan yang telah lama tinggal seorang diri di gubuk sederhana yang terbuat dari terpal di kebun Hau Arang, Desa Lumban Garaga.

Kronologi Kejadian Penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh Jusuf Simorangkir, seorang warga yang hendak pergi ke ladangnya. Saat melintas di sekitar gubuk korban, ia mencium bau menyengat yang mencurigakan. Setelah memanggil warga lainnya untuk memastikan, mereka menemukan jasad korban dalam kondisi membusuk. Jusuf kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk menangani kejadian ini.

Kesaksian Warga Rulan br Hutabarat (43), seorang warga Desa Lumban Garaga, mengaku terakhir kali bertemu dengan korban pada Selasa (11/2/2025) saat dirinya memberikan bantuan berupa beras dan ikan. Pada saat itu, korban masih dalam kondisi sehat. Rulan juga menuturkan bahwa Sitinurbaya hidup seorang diri dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Tindakan Kepolisian dan Temuan di TKP Kapolsek Pahae Julu, AKP Krisman Saragih, SH, bersama personel Polsek Pahae Julu dan Unit Inafis, segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh dokter H. Sitompul di Puskesmas Onan Hasang, korban diperkirakan telah meninggal sekitar satu minggu sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau senjata tajam di sekitar lokasi.

Barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian meliputi satu potong baju berwarna merah maroon dan celana hitam. Pihak kepolisian juga telah menyarankan agar dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, pihak kepala desa dan keluarga korban menolak dan memutuskan untuk segera mengurus pemakamannya.

Langkah Selanjutnya Saat jasad korban masih berada di Puskesmas Onan Hasang sambil menunggu persiapan pemakaman di Desa Lobu Pining. Kepala desa bersama tokoh masyarakat telah berinisiatif untuk segera melakukan prosesi pemakaman hari itu juga mengingat korban tidak memiliki keluarga dekat.

Kapolsek Pahae Julu, AKP Krisman Saragih, SH, mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama bagi mereka yang tinggal seorang diri agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

red

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru