BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Terkuak, Ada 4 Bayi yang Lahir di RS Islam Cempaka Putih Saat Kasus Dugaan Bayi Tertukar

BITVonline.com - Selasa, 17 Desember 2024 10:33 WIB
Terkuak, Ada 4 Bayi yang Lahir di RS Islam Cempaka Putih Saat Kasus Dugaan Bayi Tertukar
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kasus dugaan bayi tertukar di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSI) Cempaka Putih semakin mengungkap fakta baru. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan bahwa pada hari lahirnya bayi dari pria berinisial MR, terdapat empat bayi yang dilahirkan di rumah sakit tersebut.

“Kami juga memberikan informasi bahwa pada hari yang sama itu ada empat bayi yang dilahirkan di sana,” ujar Susatyo dalam keterangannya, Selasa, 17 Desember 2024.

Pernyataan ini disampaikan menyusul proses ekshumasi atau pembongkaran makam bayi yang diduga tertukar, yang dilakukan hari ini di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara. Proses ekshumasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara dan Pusdokes Polri, dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Kapolres menyatakan bahwa ekshumasi dilakukan guna memastikan kebenaran terkait dugaan bayi tertukar tersebut. Sampel DNA dari jasad bayi akan dibandingkan dengan orang tua untuk mengetahui identitas bayi sebenarnya.

“Tentunya itu kan secara fisik yang dilihat, nah hari ini kami ingin memastikan secara DNA apakah memang anak tersebut orang tuanya adalah benar,” lanjut Susatyo.

Kasus ini bermula pada 17 September 2024, ketika MR mendapat kabar bahwa bayinya meninggal dunia di RSI Jakarta Cempaka Putih. Jenazah bayi diserahkan kepada keluarga dalam kondisi sudah dibungkus kain kafan, sehingga MR dan istrinya FS tidak sempat melihat kondisi anaknya secara langsung.

Keesokan harinya, keluarga memutuskan untuk membongkar makam bayi di TPU Semper karena FS belum pernah melihat anaknya. Saat makam dibuka, MR mengaku kaget karena jasad bayi yang ditemukan berbeda dari bayi yang dia azani.

“Setelah melihat foto dokumentasi, saya curiga karena badannya besar dan panjangnya tidak sesuai dengan surat keterangan lahir yang menyebutkan panjang 47 cm,” ujar MR.

Merasa ada kejanggalan, MR mengajukan klarifikasi ke pihak rumah sakit. Namun, RSI Jakarta membantah adanya dugaan bayi tertukar. Meski begitu, mediasi antara keluarga MR dan pihak rumah sakit sudah dilakukan tiga kali, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.

Polisi kini masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Proses ekshumasi dan uji DNA diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait dugaan bayi tertukar. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kelalaian rumah sakit yang berdampak besar pada keluarga korban.

Lokasi ekshumasi di TPU Semper, Blok A-1/102 Nomor 54, menjadi pusat perhatian. Tim forensik bekerja dengan hati-hati di bawah tenda yang menutupi area liang lahat, dengan disaksikan oleh pihak keluarga dan perwakilan rumah sakit.

“Kami akan segera menyampaikan hasil uji DNA untuk memberikan titik terang bagi keluarga,” tutup Susatyo.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama tim forensik terus berupaya mengungkap kebenaran dalam kasus ini. Masyarakat pun berharap kejadian serupa tidak akan terulang di rumah sakit mana pun.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru