Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Khataman Al-Qur’an, Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, turut hadir dalam kegiatan khataman AlQur&039an yang diselenggaraka
PEMERINTAHAN
JATENG –Polda Jawa Tengah kini berada di tengah-tengah investigasi mendalam terkait kasus pemerasan yang melibatkan dr. Aulia Risma Lestari, seorang calon dokter spesialis yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro. Hasil investigasi yang diterima oleh kepolisian mencakup berbagai bukti penting, termasuk percakapan di ponsel dan dokumen terkait, yang saat ini tengah ditelaah oleh tim penyidik.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa bukti yang diterima terdiri dari “bahan hasil investigasi dalam bentuk surat, dokumen, hasil percakapan di HP, dan lainnya,” seperti yang diungkapkannya dalam wawancara dengan kumparan pada Selasa (3/9). Meskipun begitu, Artanto menegaskan bahwa ia belum dapat mengungkapkan rincian isi percakapan antara dr. Aulia dengan rekan-rekannya. Pihak kepolisian masih fokus pada pendalaman bukti-bukti yang ada.
Ketika ditanya apakah ada individu tertentu yang akan diperiksa dalam waktu dekat, Artanto menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut. “Masih dilakukan pendalaman dahulu bahan-bahan hasil tim investigasi,” kata Artanto, menambahkan bahwa proses ini memerlukan waktu untuk memastikan setiap detail dari kasus ini terungkap dengan jelas.
Temuan Kemenkes: Dugaan Pemalakan Mengemuka
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga tengah melakukan investigasi terkait kasus kematian dr. Aulia Risma. Juru bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya dugaan pemalakan yang dilakukan oleh senior dr. Aulia. “Kami menemukan bahwa almarhumah sering dipalak oleh seniornya, dengan jumlah uang yang berkisar antara Rp 20-40 juta per bulan selama periode Juli hingga November 2022,” ujar Syahril saat konferensi pers pada Minggu (1/9).
Menurut Syahril, pemalakan ini terjadi karena dr. Aulia ditunjuk sebagai bendahara angkatan dan bertugas mengumpulkan dana dari teman-teman angkatannya. “Permintaan dana ini terjadi karena tanggung jawabnya sebagai bendahara, yang mengharuskan dia untuk mengumpulkan pungutan dari rekan-rekannya,” jelasnya.
Kemenkes juga menekankan bahwa temuan ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pendidikan medis di Indonesia, di mana praktik pemalakan semacam ini dapat mengancam kesejahteraan dan keselamatan calon tenaga medis. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail dan memberikan kejelasan tentang bagaimana sistem ini bisa memperbaiki diri untuk mencegah kasus serupa di masa depan.
Dengan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, baik Polda Jawa Tengah maupun Kemenkes berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat dan dunia medis menantikan perkembangan lebih lanjut dengan harapan bahwa kasus ini akan membuka jalan bagi reformasi dan peningkatan etika dalam lingkungan pendidikan kedokteran di Indonesia.
(N/014)
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, turut hadir dalam kegiatan khataman AlQur&039an yang diselenggaraka
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fad
PEMERINTAHAN
KUALA TANJUNG PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menggelar program Mudik Gratis 2026 sebagai bagian dari Mudik Bersama BUMN yang dii
NASIONAL
JAKARTA Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, merespons perkembangan terkini mengenai dinamika pe
NASIONAL
MEDAN Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara (Sumut) melakukan reposisi/reshuffle kepengurusan Majelis Pemberdayaan Masyarak
AGAMA
BINJAI Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang dilakukan di
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Vihara Qi THIEN DA SENG (Vihara Sun Go Kong Binjai) kembali menggelar kegiatan sosial dengan memb
NASIONAL
JAKARTA Program ambisius pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Dalam ac
NASIONAL
JAKARTA Komisi III DPR RI memutuskan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) dalam rangka mengawal penanganan kasus penyiraman air keras t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar, mengkritik pernyataan
NASIONAL