BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Mendamba Sekolah Berkualitas

Redaksi - Senin, 19 Mei 2025 07:30 WIB
Mendamba Sekolah Berkualitas
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEKOLAH BERKUALITAS BERAWAL DARI GURU

Namun, semua ambisi dan program pendidikan yang megah ini akan sia-sia jika tak dimulai dari titik hulu: guru. Kesejahteraan, kemerdekaan dalam mengajar, hingga pelibatan guru dalam merancang program pelatihan—semuanya perlu ditata ulang. Terlalu sering, guru hanya menjadi objek kebijakan, bukan subjek yang turut merumuskan kebutuhan dan solusi.

Dalam bukunya, Potret Pendidikan Kita (2015), Ahmad Baidhowi menekankan pentingnya keterlibatan langsung akademisi ke ruang-ruang kelas. Selain memperkuat supervisi pembelajaran, kehadiran peneliti dari perguruan tinggi juga bisa memetakan kebutuhan profesional guru secara lebih tepat, sesuatu yang kadang tidak bisa lagi dilakukan oleh para pengawas yang sudah sepuh dan jauh dari dinamika kelas kekinian.

REFLEKSI DARI SEKOLAH SUKMA BANGSA

Terlepas dari pro-kontra seputar PSP, program ini sejatinya telah memicu transformasi pembelajaran di banyak sekolah. Di Sekolah Sukma Bangsa, misalnya, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi telah menjadi arus utama. Guru memetakan kebutuhan dan gaya belajar siswa sejak awal, memberikan ruang fleksibel dalam proses belajar, hingga menyisipkan permainan edukatif yang menggembirakan.

Asesmen formatif juga menjadi alat penting untuk menilai progres siswa, bukan sekadar nilai akhir. Guru tak sekadar mengajar, tetapi mendampingi siswa sampai benar-benar memahami materi. Tahun ini, para guru di Sekolah Sukma Bangsa bahkan tengah memfinalisasi buku teks buatan sendiri yang mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari kurikulum.

Di bidang koding, sejak 2024 sekolah ini telah menerapkan Unplugged Tangible Coding (UTC), hasil kolaborasi dengan Leva Foundation (Afrika Selatan). Tak hanya itu, pelatihan koding dan analisis data juga telah dilaksanakan bersama Universitas Syiah Kuala dan lembaga ISSED, dengan pengenalan bahasa pemrograman seperti R, MySQL, dan Python.

Koding bahkan diintegrasikan dalam mata pelajaran konvensional. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, misalnya, guru meminta siswa menyusun puzzle frasa dan klausa menjadi kalimat efektif. Ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga memperkuat logika dan keterampilan berpikir komputasional siswa.

MENJADI SEKOLAH YANG DICITA-CITAKAN

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru