BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Rumah Sakit Milik Orang Terkaya RI di IKN?, Jokowi Akan Resmikan Besok

BITVonline.com - Jumat, 11 Oktober 2024 09:40 WIB
Rumah Sakit Milik Orang Terkaya RI di IKN?, Jokowi Akan Resmikan Besok
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan yang telah rampung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Jumat, 11 Oktober 2024. Di antara proyek yang akan diresmikan adalah rumah sakit swasta, yaitu Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Mayapada.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengonfirmasi bahwa kedua rumah sakit tersebut akan diresmikan bersamaan dengan proyek besar lainnya, termasuk Istana Negara dan Istana Garuda IKN. Kedua bangunan tersebut telah digunakan oleh Jokowi untuk tinggal, berkantor, dan menggelar Sidang Kabinet Paripurna dalam beberapa bulan terakhir.

“Hanya Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Mayapada, dan istana,” jelas Basuki saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/10/2024).

Basuki juga menyebutkan bahwa sebelumnya akan ada peresmian Training Center PSSI, hasil kolaborasi antara PSSI dan FIFA. Namun, rencana tersebut ditunda karena Presiden FIFA, Gianni Infantino, tidak jadi berkunjung ke Indonesia. “PSSI belum. Nggak jadi, Presiden FIFA-nya nggak jadi datang,” ungkapnya.

Jokowi sendiri direncanakan berangkat ke IKN pada 11 Oktober dan kemungkinan hanya akan menghabiskan waktu sehari di sana. “Kalau beliau kan ke sana tanggal 11, hanya satu hari ya. (tanggal) 11 (berangkat), 12 pagi udah pulang lagi,” kata Basuki.

Proyek Rumah Sakit Hermina menelan investasi sekitar Rp 650 miliar dan merupakan rumah sakit bertaraf internasional yang dirancang dengan konsep eco green and smart hospital. Sementara itu, Rumah Sakit Mayapada, yang dimiliki oleh Dato Sri Tahir, salah satu orang terkaya di Indonesia, menghabiskan anggaran hingga Rp 500 miliar dan bekerja sama dengan Apollo Hospital dari India.

Meskipun terdapat banyak proyek yang akan diresmikan, Basuki masih belum dapat memastikan kapan pelaksanaan groundbreaking untuk proyek investor swasta terakhir sebelum Jokowi purnatugas. “Kami sedang carikan, kami dorong lagi untuk groundbreaking-nya. Tapi belum (bisa dipastikan ada) groundbreaking, belum,” ujarnya.

Dengan beragam proyek yang sedang berjalan, IKN diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kesehatan di Indonesia, sekaligus menjadikan IKN sebagai simbol dari transformasi dan modernisasi infrastruktur di Tanah Air.(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru